LaaTahzan

July 27, 2006

SENDIRI MENIKMATI LUKA by Epri S

Filed under: Puisi — laatahzan @ 1:15 pm

From: Ernovi Esra

Happy Reading…:-)

mhmmnnnnn…
Mau comment sesuatu sih, tapi takut salaaaaaah….
Hehehehehe

—————————————————————————————————————–
  SENDIRI MENIKMATI LUKA by Epri S  berangkat sendiri
  nonton sendiri
  pulang sendiri
  diantara roda-roda
 
  memotong malam
  membawa gelap
  membawa gores-gores luka
  yang sepertinya tak besar benar
  tapi mengguratnya dipucuk hatiku
  pintar betul pisau tumpul itu mengiris uluku
 
  AAAaaaaRRRRrrrrrGGGggggHHHHhhhhhhhhhh…………………………………
 
  teriak perihku
  meneteskan darah segar muda
  tapi tak terdengar sama sekali
  diantara lambat roda malam senyap ini
 
  tak kusangka
  kumpulan padat hariku
  diakhiri hujaman baret belati kali ini
 
  aku kaget
  aku luka lagi
 
  aku terhenyak juga
  aku menikmati luka lagi
 
  terseok-seok disemai patah dan robek-robek tubuhku
  aku mengais-ngais bersama lamat-lamat gemulai AsmaMU
 
  aku menertawai diriku
  karena aku dapat lukaku lagi
  setelah sekian lama tak menyapaku
 
  aku luka
  aku sendiri…. (sesaat )
  aku menikmati lukaku
 
  walau cuma sesaat
 
  karena tarian AsmaMU melemparkan ku lagi dari lorong tak bertepi
  dan aku
  disenyumi bulan lagi
  diliriki bintang lagi
  dimusiki kata lagi
  digemeringsingi kunang-kunang lagi
  ditepuk tulus punggungku lagi
 
  dari sahabat-sahabat yang tak pernah rela aku sendiri
  dalam luka-lukaku

Advertisements

June 8, 2006

Jika hidup Tidak Untuk Ibadah – Agus S.

Filed under: Puisi — laatahzan @ 5:00 pm

From: donna arfianti

ada puisi bagus nih..semoga bermanfaat.

sorry  kalo udah pernah

salam,

Donna

Jika Hidup Tidak untuk Ibadah

Terus Aku mau ngapain?

Aku pergi pagi
Dengan semangat mencari duniawi
Jika angkot macet, langsung berganti sewa taksi
Agar harta buruan tidak beralih dari sisi

Aku pulang malam
Dengan jasad yang kelelahan
Sampai di rumah mendekam sampai pagi datang

Mungkin Aku lupa
Rasulullah saw bagaikan rahib di malam hari
Dan menjadi singa di siang hari
Sementara Aku
Tak peduli siang tak peduli malam
Yang penting dunia dalam genggaman

Sahabat sedikit aku ingin renungkan
Apa sih yang ingin kugapai sampai harus membanting tulang
Apa sih yang ingin kubangun hingga pagi datang
Apa sih yang ingin kuraih hingga tubuh begitu meradang

Jujur saja, untuk urusan perutku bukan
Buat beli martabak atau nasi
Masuk perut dan kemudian raib menjadi kotoran

Jujur saja, untuk urusan rumah tempat Aku tinggal bukan
Buat beli keramik, AC ataupun busa
Dinikmati, rusak, ganti lagi tak berkesudahan

Jujur saja, untuk urusan kesenangan anak-anak yang Aku rindukan bukan
Buat pakaian, mainan, ataupun poster-poster idaman
Dinikmati, menghilang dari pandangan

Jika Aku hidup hanya untuk itu semuanya
Maka harga diriku
Nilainya sama dengan apa yang Aku makan
Nilainya sama dengan apa yang Aku keluarkan dari perut hitam
Nilainya sama dengan apa yang Aku rindukan

Karena jasadku tak ubahnya tembolok karung
Tempat penyimpanan semua makan yang Aku makan
Karena jasadku tak ubahnya perekat
Tempat semua kesenangan dunia melekat

Sepekan, setahun, sewindu Aku bangun sejuta pundi uang
Ternyata Aku lupa bahwa kelak yang ku bangun itu pasti ku tinggalkan
Ternyata Aku lupa bahwa tempat tinggalku sesudahnya hanya lubang yang kelam

Tapi sahabat
Jika engkau hidup untuk ibadah
Tidak ada setitik harapan pun yang kelak dirugikan
Tiada seberkas amal pun yang tiada mendapat balasan

Tapi di dalamnya penuh ujian dan batu karang
Dan engkau harus yakin penuh akan janji Allah
Tapi di dalamnya tidak lekas kau dapatkan keindahan
Dan engkau harus yakin bahwa inilah jalan kebaikan

Sahabat
Janganlah terlena dengan kesenangan fana
Janganlah terlena dengan gemerlapnya dunia
Itulah yang Allah berikan sebagai hak para musyrikin di dunia
Tiada usah kamu iri dan berpikir tuk hanyut bersamanya
Karena kau tahu kehidupan mereka sesudahnya adalah neraka
Dan mereka kekal di dalamnya

Sahabat
Jangan sia-siakan hidup di dunia
Bangun rumah ibadah
Jika kau diluaskan harta, kembalikan di jalan Allah
Jika kau diluaskan waktu, hibahkan di jalan ibadah
Jika kau diluaskan tenaga, berikan untuk lapangnya jalan dakwah
Jika kau diluaskan pikiran, gunakan untuk merenungi ayat-ayat-Nya
Jika kau diluaskan usia, maksimalkan berikan yang terbaik untuk-Nya

Sahabat
Jalan ibadah inilah yang membedakan kita
Dengan para pendusta ayat-ayat-Nya
Dan jika engkau hidup di dunia ini tidak untuk tegakkan risalah-Nya
artinya Akupun sama dengan mereka
Yang lebih menyukai neraka ketimbang surga
Dan jika engkau hidup di dunia ini sebagai tujuan
Ingatlah bahwa tak lama lagi ruhkupun bakal dicabut dari raga

Karena
Ternyata Aku akan sama dengan ayam
Yang pergi pagi pulang petang
Kurang petang tambahin nyampe tengah malam

Tapi masih mendingan ayam
Karena ia rutin bangun sebelum adzan
Dan teriakkan lagu keindahan
Tapi kamu
Rutin subuh setengah delapan
Apalagi kalo akhir pekan
Bisa jadi subuh hengkang dari pikiran

Tapi masih mendingan ayam
Karena ia berani pilih makanan yang ia inginkan
Tapi Aku
Aku embat semua yang ada di hadapan
Tidak peduli daging, tumbuhan, ataupun batu hitam
Naudzubillah ……

Mudah-mudahan Allah masih berkenan menatap kita, Saat ini….
Hanya sekedar menatap kita, tak lebih

Digubah dari puisi “Jika Hidup Tidak Untuk Dakwah” by Agus Sudjarwo

June 6, 2006

SURAT AYAH DARI JOGJA….. – Epri Saqib

Filed under: Puisi — laatahzan @ 12:57 pm

       Hai cinta ayah……
       apa kabar kalian?
       kalian pasti main terus ya?
       kejar-kejaran kesana-kemari
       repotin bunda yang nyuapin mamam kalian

       Hai sayang ayah…..
       disini banyak sekali ayah melihat
       anak-anak seperti kalian yang terluka kepalanya
       biasanya kepala mereka di perban
       seperti juga anak temen ayah yang masih bayi
       jadi ‘pitakan’ karena tertimpa kayu….

       ada lagi yang patah kaki atau tangan
       terpaksa di gips, tidak bisa bergerak banyak dan tak bisa sekolah

       Sayang Ayah…..
       perasaan ayah pilu sekali   sekarang
       disini banyak juga anak-anak yang kehilangan ayah atau bundanya
       juga ada yang kehilangan keduanya….
       bahkan kemarin ada anak yang jadi sebatang kara
       karena selain ayah dan bunda….adiknyapun meninggal karena gempa
       hampir sekeluarga mereka jadi korban
       duh….perasaan ayah tak menentu saat itu …..

       Sayang Ayah…..
       orang-orang disini banyak yang tak punya rumah
       mereka tinggal di tenda-tenda darurat
       ( itu kalau sudah kebagian )
       dengan makan seadanya ( lebih sering makan mie instan daripada nasi )

       Ada juga yang terpaksa harus di Rumah Sakit
       walau tak sedikit yang terluka dan tetap di tenda
       setelah kakinya yang bolong kena paku dan ketiban besi
       dijahit pak dokter lapangan

       Sayang…..
       do’akan mereka ya…..
       agar hati mereka mengkristal bagai pualam
       makin bersinar meski   dijatuhkan dilumpur kotor
       seperti juga karang dilautan
       yang tetap kokoh meski dihantam ombak menggulung geram

       Sayang…..
       kalau kalian jadi pemimpin kelak
       ayah do’akan kalian selalu jadi orang pertama yang selalu berada disamping
       mereka yang membutuhkan
       yang kesusahan seperti mereka sekarang

       Jangan kayak model pejabat yang suka pamer sumbangan
       dan pinter kasih janji-janji juga acara seremonial
       agar dipotret para wartawan
       tersenyum senang karena wajahnya masuk tv
       padahal masih banyak yang kesusahan
       masih banyak yang merintih ….kelaparan

       mengerang sedih di kegelapan
       diantara tenda yang kehujanan

       Jadilah pemimpin nak…..
       yang hati dan jiwanya ada juga dibenak rakyatnya
       sepenuhnya terpatri indah di lubuk mereka
       karena memang kalian berikan seutuh-utuhnya
       cinta dan pengorbanan……….

         Epri…..05/06/06
       Dusun Dukuh Sewon Bantul Jogjakarta

posted by IntanKd for LaaTahzan

May 19, 2006

Rahasia Sahabat – Epri Saqib

Filed under: Puisi — laatahzan @ 9:06 am

From: Novi Esra

Ass.Wr.Wb….
Keren nih….(bagi yang suka puisi maksudnya..:-))
Enjoy it…
Semoga kita semua selalu dalam kebahagiaan…Inya Allah Amien…

See you next Wednesday yaaaaaaaa…

—————————————————————————————

Rahasia Sahabat
By Epri Saqib

Sahabatku yang bijak berwajah teduh berkata
Rahasia kecil kebahagiaan adalah
memusatkan perhatian pada kebaikan
dalam diri orang lain

Sebab katanya
hidup bagaikan lukisan
Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun
lihatlah dibawah sinar yang terang
bukan ditempat yang tertutup dan gelap
sama halnya sebuah gudang

dia bilang
Rahasia kebahagiaan adalah
tidak menghindari kesulitan
dengan memanjat bukit bukan meluncurinya
maka kaki seseorang tumbuh menjadi kuat
Sahabatku nan bijak berwajah teduh
tersenyum hangat sambil teruskan
Rahasia kebahagiaan adalah
melakukan segala sesuatu bagi orang lain

dia bilang
air yang tak mengalir tidak berkembang
namun air yang mengalir dengan bebas
selalu jadi segar dan tambah jernih

aku terdiam dilantunan dalam
bestari bening katanya
mencoba resapi setiap bait
agar kumampu hujam di palung hatiku

aku bertanya sendiri pada hatiku
apakah aku punya kebahagiaan sehebat itu
yang disebutnya dengan kecil
tapi sungguh luas maknanya

walau tak mudah
kucoba tuk panjati bukit
menguatkan sepasang kakiku
sambil menyebut rindu namaMU

posted by IntanKd for LaaTahzan

February 25, 2006

Pecinta Sunyi

Filed under: Puisi — laatahzan @ 6:00 pm

aku menari di kesunyian
berselimut pekat malam
mengikuti irama tarian
nada irama bertautan

ada kunang-kunang sebagai pemandu
bergerak lincah menebar warna
aku tergerak tuk mendekat
mengitung langkah gerak tarian
bergumam mendendangkan nyanyian

kunang-kunang pasti tau aku hadir
kunang-kunang senang ditemani
hadirku tak mengganggu tariannya
‘ruang ini terlalu luas untuk ku sendiri gumamnya,
biarlah  aku  ditemani’

kunang-kunang bukanlah penyepi
dia hanya merendahkan hati
maka ikutlah tuk menari

hanya kunang-kunang yang tahu
siapa yang akan menari  dengannya
atau siapa yang boleh menghirup rona

tempo tetap bertdetak mengikuti nada
aku masih menari di gelap malam
namun sekarang aku tak sepi
ada kunang-kunang yang menemani

salam,
lutfi

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.