LaaTahzan

June 16, 2006

Pengetahuan Langsung – Ar rumi

Filed under: Uncategorized — laatahzan @ 2:43 pm

From: D. S. F

Pengetahuan Langsung
(terjemahan dari Matsnawi – I, Ar Rumi)

Mari, ketahuilah bahwa indera, pengetahuanmu, serta imajinasimu hanya
setinggi batang bambu yang dipanjati anak-anak.

Pengetahuan spiritual manusia lah yang membumbungkannya ke atas:
pengetahuan indrawi malah akan menjadi beban.

Tuhan telah berfirman: “Seperti keledai yang membawa kitab “, betapa
berat pengetahuan yang tidak diilhami oleh-Nya.

Namun, apabila engkau akan membawanya bukan untuk kepentingan diri
sendiri, maka beban itu akan terangkat, dan engkau akan merasa
bahagia.

Bagaimana engkau bisa bebas dari Anggur-Nya, wahai engkau yang puas
dengan tanda?

Apa yang lahir dari sifat dan nama? Khayalan, namun khayalan yang
menunjukkan jalan menuju Kebenaran.

Tahukah engkau arti nama, jika tanpa hakikat?
Pernahkan engkau memetik mawar dari sederetan (huruf) M, A, W, A, R ?

Engkau telah menyebutkan nama itu: pergi, carilah sesuatu yang diberi nama.
Bulan itu di langit, bukan di air. Itu hanya bayangannya.

Sudilah engkau berangkat ke balik nama dan huruf, sucikanlah dirimu sepenuhnya.

Dan saksikanlah, dari lubuk hatimu sendiri, seluruh pengetahuan para
Nabi. Tanpa buku, tanpa belajar, tanpa pengajar.

Advertisements

June 8, 2006

Jika hidup Tidak Untuk Ibadah – Agus S.

Filed under: Puisi — laatahzan @ 5:00 pm

From: donna arfianti

ada puisi bagus nih..semoga bermanfaat.

sorry  kalo udah pernah

salam,

Donna

Jika Hidup Tidak untuk Ibadah

Terus Aku mau ngapain?

Aku pergi pagi
Dengan semangat mencari duniawi
Jika angkot macet, langsung berganti sewa taksi
Agar harta buruan tidak beralih dari sisi

Aku pulang malam
Dengan jasad yang kelelahan
Sampai di rumah mendekam sampai pagi datang

Mungkin Aku lupa
Rasulullah saw bagaikan rahib di malam hari
Dan menjadi singa di siang hari
Sementara Aku
Tak peduli siang tak peduli malam
Yang penting dunia dalam genggaman

Sahabat sedikit aku ingin renungkan
Apa sih yang ingin kugapai sampai harus membanting tulang
Apa sih yang ingin kubangun hingga pagi datang
Apa sih yang ingin kuraih hingga tubuh begitu meradang

Jujur saja, untuk urusan perutku bukan
Buat beli martabak atau nasi
Masuk perut dan kemudian raib menjadi kotoran

Jujur saja, untuk urusan rumah tempat Aku tinggal bukan
Buat beli keramik, AC ataupun busa
Dinikmati, rusak, ganti lagi tak berkesudahan

Jujur saja, untuk urusan kesenangan anak-anak yang Aku rindukan bukan
Buat pakaian, mainan, ataupun poster-poster idaman
Dinikmati, menghilang dari pandangan

Jika Aku hidup hanya untuk itu semuanya
Maka harga diriku
Nilainya sama dengan apa yang Aku makan
Nilainya sama dengan apa yang Aku keluarkan dari perut hitam
Nilainya sama dengan apa yang Aku rindukan

Karena jasadku tak ubahnya tembolok karung
Tempat penyimpanan semua makan yang Aku makan
Karena jasadku tak ubahnya perekat
Tempat semua kesenangan dunia melekat

Sepekan, setahun, sewindu Aku bangun sejuta pundi uang
Ternyata Aku lupa bahwa kelak yang ku bangun itu pasti ku tinggalkan
Ternyata Aku lupa bahwa tempat tinggalku sesudahnya hanya lubang yang kelam

Tapi sahabat
Jika engkau hidup untuk ibadah
Tidak ada setitik harapan pun yang kelak dirugikan
Tiada seberkas amal pun yang tiada mendapat balasan

Tapi di dalamnya penuh ujian dan batu karang
Dan engkau harus yakin penuh akan janji Allah
Tapi di dalamnya tidak lekas kau dapatkan keindahan
Dan engkau harus yakin bahwa inilah jalan kebaikan

Sahabat
Janganlah terlena dengan kesenangan fana
Janganlah terlena dengan gemerlapnya dunia
Itulah yang Allah berikan sebagai hak para musyrikin di dunia
Tiada usah kamu iri dan berpikir tuk hanyut bersamanya
Karena kau tahu kehidupan mereka sesudahnya adalah neraka
Dan mereka kekal di dalamnya

Sahabat
Jangan sia-siakan hidup di dunia
Bangun rumah ibadah
Jika kau diluaskan harta, kembalikan di jalan Allah
Jika kau diluaskan waktu, hibahkan di jalan ibadah
Jika kau diluaskan tenaga, berikan untuk lapangnya jalan dakwah
Jika kau diluaskan pikiran, gunakan untuk merenungi ayat-ayat-Nya
Jika kau diluaskan usia, maksimalkan berikan yang terbaik untuk-Nya

Sahabat
Jalan ibadah inilah yang membedakan kita
Dengan para pendusta ayat-ayat-Nya
Dan jika engkau hidup di dunia ini tidak untuk tegakkan risalah-Nya
artinya Akupun sama dengan mereka
Yang lebih menyukai neraka ketimbang surga
Dan jika engkau hidup di dunia ini sebagai tujuan
Ingatlah bahwa tak lama lagi ruhkupun bakal dicabut dari raga

Karena
Ternyata Aku akan sama dengan ayam
Yang pergi pagi pulang petang
Kurang petang tambahin nyampe tengah malam

Tapi masih mendingan ayam
Karena ia rutin bangun sebelum adzan
Dan teriakkan lagu keindahan
Tapi kamu
Rutin subuh setengah delapan
Apalagi kalo akhir pekan
Bisa jadi subuh hengkang dari pikiran

Tapi masih mendingan ayam
Karena ia berani pilih makanan yang ia inginkan
Tapi Aku
Aku embat semua yang ada di hadapan
Tidak peduli daging, tumbuhan, ataupun batu hitam
Naudzubillah ……

Mudah-mudahan Allah masih berkenan menatap kita, Saat ini….
Hanya sekedar menatap kita, tak lebih

Digubah dari puisi “Jika Hidup Tidak Untuk Dakwah” by Agus Sudjarwo

Makan Bareng

Filed under: Jalan Bareng — laatahzan @ 10:00 am

 

Nyaris setiap rabu malam, habis ngaji, beberapa laa tahzaners makan malam bareng. ada yang emang pengen makan, tapi ada juga yang cuma minum aja, yang penting chit chat dan kebersamaannya, hehe. seperti semalam, kita makan bareng lagi (daku, Gandi, Junrial, Rizal, DSF, Fanny). seru kan, bisa saling ngobrol, lebih kenal, lebih dekat. saya sih gak pengen orang-orang datang ke Laa tahzan seperti mengikuti pengajian umum aja, tidak saling kenal atau menyapa.

di attachment ada foto ketika kita makan bareng pada suatu rabu rabu akhir februari lalu.

sering-sering yuk. ngumpul bareng abis rabu malam. biasanya Gandi nih, yang memprakarsai:).

semalam dia juga angajak Laa Tahzaners nonton bareng, nomad.

posted by IntanKd for LaaTahzan

June 6, 2006

SURAT AYAH DARI JOGJA….. – Epri Saqib

Filed under: Puisi — laatahzan @ 12:57 pm

       Hai cinta ayah……
       apa kabar kalian?
       kalian pasti main terus ya?
       kejar-kejaran kesana-kemari
       repotin bunda yang nyuapin mamam kalian

       Hai sayang ayah…..
       disini banyak sekali ayah melihat
       anak-anak seperti kalian yang terluka kepalanya
       biasanya kepala mereka di perban
       seperti juga anak temen ayah yang masih bayi
       jadi ‘pitakan’ karena tertimpa kayu….

       ada lagi yang patah kaki atau tangan
       terpaksa di gips, tidak bisa bergerak banyak dan tak bisa sekolah

       Sayang Ayah…..
       perasaan ayah pilu sekali   sekarang
       disini banyak juga anak-anak yang kehilangan ayah atau bundanya
       juga ada yang kehilangan keduanya….
       bahkan kemarin ada anak yang jadi sebatang kara
       karena selain ayah dan bunda….adiknyapun meninggal karena gempa
       hampir sekeluarga mereka jadi korban
       duh….perasaan ayah tak menentu saat itu …..

       Sayang Ayah…..
       orang-orang disini banyak yang tak punya rumah
       mereka tinggal di tenda-tenda darurat
       ( itu kalau sudah kebagian )
       dengan makan seadanya ( lebih sering makan mie instan daripada nasi )

       Ada juga yang terpaksa harus di Rumah Sakit
       walau tak sedikit yang terluka dan tetap di tenda
       setelah kakinya yang bolong kena paku dan ketiban besi
       dijahit pak dokter lapangan

       Sayang…..
       do’akan mereka ya…..
       agar hati mereka mengkristal bagai pualam
       makin bersinar meski   dijatuhkan dilumpur kotor
       seperti juga karang dilautan
       yang tetap kokoh meski dihantam ombak menggulung geram

       Sayang…..
       kalau kalian jadi pemimpin kelak
       ayah do’akan kalian selalu jadi orang pertama yang selalu berada disamping
       mereka yang membutuhkan
       yang kesusahan seperti mereka sekarang

       Jangan kayak model pejabat yang suka pamer sumbangan
       dan pinter kasih janji-janji juga acara seremonial
       agar dipotret para wartawan
       tersenyum senang karena wajahnya masuk tv
       padahal masih banyak yang kesusahan
       masih banyak yang merintih ….kelaparan

       mengerang sedih di kegelapan
       diantara tenda yang kehujanan

       Jadilah pemimpin nak…..
       yang hati dan jiwanya ada juga dibenak rakyatnya
       sepenuhnya terpatri indah di lubuk mereka
       karena memang kalian berikan seutuh-utuhnya
       cinta dan pengorbanan……….

         Epri…..05/06/06
       Dusun Dukuh Sewon Bantul Jogjakarta

posted by IntanKd for LaaTahzan

June 2, 2006

Baksos:Bantar Gebang – TMII

Filed under: Belajar Berbagi — laatahzan @ 1:24 pm

Assalamualaikum Wr.Wb.

Rasanya lega bisa menyelesaikan salah satu tugas. Walaupun yg dikerjakan sangat sederhana, tp smoga cukup bermakna bagi kita2 LaaTahzan-ers dan anak2 Bantar Gebang. Seperti kata pepatah, kebahagian hakiki adalah bila kita bisa membuat orang lain bahagia seperti kita. Mmm..jadi teringat puisi yang uni Novi kirim…..

Sabtu, 13 Mei 2006, walaupun masih ngantuk tapi tetep semangat untuk bangun pagi. Jam 6.25 dah sampe di belakang senmul sesuai pengumuman di milist. Karena masih sepi, cari toilet dulu. Ternyata disenmul kalo minggu tutup toiletnya, mmrrhgg!@?… dengan cepat nyebrang ke dharma wanita. Untung toiletnya buka, ada pesta nikahan kali ya. Aahh lega deh….

 

 

 

Jam 6.35 masih sepi?? Tlp Intan, rupanya dah otw ke senmul bareng dina (iya deh maklum, jam 9 masih di ktr, mudah2an kursus CPS3-nya sukses ya..), bukan gara2 dina telat bangun kan? ( Ya maklum juga, dah bela2in pulang cepet dr kalimantan, mudah2an acaranya cukup sebagai pengganti liburan).

 

 

 

trus nlp ema (ini penting, soalnya blom sarapan neh), rupanya snak baru dateng di rumah ema, jadi blom bisa langsung diantar. Gak lama yg punya acara dateng…sambil ngecek2 trus mberi instruksi supaya tlp dona. Pas di tlp, dona ngakunya sih lagi otw ke senmul. Tp dari suaranya en lama gak muncul2, kayaknya dona baru bangun deh…(ayoo ngaku… gak apa2 koq, emang misahin tali agak ribet ya..:). Ulfa mana ya? Padahal si lintang dah lama nungguuu. Kayaknya ulfe ngambek gak disamperin sekalian..:). Setelah mobil dateng, dina balik ke kos buat njemput hadiah (bukan jemput si rini lho…:)). Gak sabar nunggu ema, langsung aja ke warung pesen supermi, tp sayang, superminya blom masak ema dah dateng. Ya udah bayar aja trus gabung ama the LT-ers. Ema pulang lagi buat ngurus makan siang. Nampaknya intan dah mulai gak sabaran, gak pake doa langsung aja naik mobil (doa masing2 aja kata bozz). Tapi sayang aku salah milih mobil, soalnya snaknya gabung ama mobilnya intan..apesnya yg ikut rombonganku adalah ibu2 yg blom punya konsep ‘melayani’ he..he (pasti pada protes), jadilah aku sering megang perut supaya tetep anget…hiks. Gak apa2lah toh perjalanan ke mesjid At-Tien gak sampe 30 menit. Selama diperjalanan anank2 sibuk nyiapin tag nama. Rupanya masih banyak yg blom dikasih tali.

 

 

 

Setelah sampe di area parkir Mesjid At-Tien, jam sudah menunjukkan jam 7.45 Setelah sampe di area parkir Mesjid At-Tien, jam sudah menunjukkan jam 7.45. Waduh agak gawat, soalnya rombongan dari Bantar Gebang baru akan berangkat. Waktu nungguin rombongan dari BantarGebang yg dipimpin Oshi dan pak jay, Olif en Doni gabung. Agak surprise aja ngeliat baju doni yg ungu, kirain salah kostum, rupanya itu emang baju ‘kebesaran’ doni. Sampe2 kaos kaki juga ungu (dasar beruang ungu). Untung gak ada yg berani nanyain warna pakaian dalamnya doni….Akhirnya rombongan dari BG dateng juga. Mungkin karena gak lewat jl tol, jam 8.30 baru nyampe. Kemudian semua mobil ngisi bensin bareng2. Sambil nungguin mobilnya ngisi bensin, doni yg emang punya bakat mc, langsung mimpin acara perkenalan. Setelah masing2 anak dibagi2 jadi beberapa regu oleh Dona, kitapun berangkat ke TMII (ar u ready????….yes!!).

Pas sampe gerbang, sesuai tugas aku langsung ke kasir buat bayar tiket. Saking buru2nya, intan salah melulu nyebutin jumlah pendamping. Jumlah pendamping berubah2 3x, sampe2 Mas penjaga tiket bosen, ‘dah gak apa2, yg dua org lagi gratis’…:)). Setelah menyelesaikan urusan tiket, langsung nyusul temen2 yg sudah nunggu di parkiran.

 

 

 

Jam 09.30
Karena kita sudah terlambat dari jadual, diputuskan kita langsung ke Pusat Peragaan Iptek, tanpa mengunjungi beberapa anjungan seperti rencana semula. Karena khawatir temen2 yamg lain belum mengetahui jalur ke PP Iptek, aku pun turun dari mobil intan yang agak jauh didepan. Maksudnya sih biar bisa bareng2 mobil2 yg lain. Tapi sayang, ternyata aku jadi pahlawan kesiangan…rupanya karena jalurnya satu arah, mobil intan balik arah tanpa memberitahu. Dan akhirnya mobil yg lain pun ngikutin mobil intan dan meninggalkan diriku sendirian di belakang…mmrrgh!@!? ya udah..dengan semangat 45 akhirnya bisa juga sampe PP Iptek, malah lebih cepet dari rombongan (ojek dilawan..:)). Langsung aja ke kantor PP Iptek buat ngurus lembar kerja siswa (ternyata gak kepake, mungkin karena waktu di museum terlalu singkat).

 

Pusat Peragaan Iptek menurutku sih mungkin venue yg paling penting. Didalamnya banyak terdapat alat peraga ilmu fisika, biologi dan matematika. Sangat baik untuk merangsang kratifitas anak. Bahkan sampe anak2 SMA. Selain itu kita juga bisa memesan kelas demonstrasi pengetahuan untuk anak2 tanpa biaya tambahan, syaratnya harus konfirm jauh2 hari (sayang baru tau hari itu).

Setelah dibriefing oleh petugas PP Iptek, masing2 kelompok memisahkan diri dan bebas untuk mengunjungi setiap stand. Dari pengamatan singkat ternyata anak2 BG ternyata cukup mampu mengikutin penjelasan petugas PP Iptek, gak kalah dengan anak2 dari sekolah mahal..ya mudah2an mereka tetap bisa berkembang walau tanpa fasilitas yg memadai. Akhirnya sesuai waktu yang disediakan, lebih kurang 1 jam, anak2 kembali berkumpul di depan.

Memang masih banyak stand yg belum dikunjungi, tp karena keterbatasan waktu, kita harus buru2 ke keong emas. Untungnya peragaan simulasi tsunami sudah siap, jadi masih sempet nerangin bencana yg sangat dasyat itu. Waktu 1 jam memang sangat singkat, dan kurang maksimal untuk mengeksplorasi seluruh stand,mencoba alat peraga dan mendiskusikan fenomena2 Iptek yg ada di museum.

 

 

Jam 10.55 sampe di keong mas. Film yg dipilih intan adalah force nature, film ttg kedahsyatan bencana alam. Seperti letusan gunung berapi dan tornado. Mungkin karena banyak penjelasan berbau geologi, intan senang ama film ini. Sebelum film dimulai seperti biasanya anak2 LT memanfaatkan situasi untuk foto2. Pak ketua LT selaku seksi dokumentasi sibuk kesana kemari ngambil gambar artis2 dadakan. Aku pun gak kalah sibuk memenuhi permintaan para LT-ers untuk bergaya ria. satu jam pun berlalu, akhirnya film yg dasyat itu pun berakhir. Senang campur takjub melihat begitu dekat semua fenomena2 alam. Tp kapan yah film MI 3 diputar di keong mas…

 

 

 

Jadwal berikutnya adalah sholat dhuhur di Mesjid Diponegoro, TMII. Setelah sholat berjamaah ternyata ema dah dateng dengan makan siang yg dah ditunggu2. akhirnya bareng2 kita berangkat ke anjungan NTT buat makan siang dan games2. Selama perjalanan dari museum Iptek dan menuju anjungan NTT kita melewati beberapa anjungan yg harusnya kita kunjungi, mulai anjungan pulau di jawa dan anjungan2 indonesia timur (jadi teringat, waktu masih di SD, ikut study tour dari kalimantan ke jakarta en ngunjungin TMII. Aku nekat memisahkan diri dari rombongan, berjalan kaki, demi ngunjungin anjungan leluhurku).

 

Setelah makan siang berjamaah, tempat dibersihkan buat acara games. Acara ini dimaksudkan unutk menggembirakan anak-anak dan melatih mereka berkompetisi. Supaya mereka bisa selalu menjadi terbaik tanpa harus mengorbankan persaudaraan dan pertemanan. Dan tentu saja, ada hadiah bagi para pemenang. Sebelum games dimulai, pencerita anak yang telah kita undang, Kak Ferdi, dibantu Doni, menghibur anak-anak dengan membawakan sandiwara Malinkundang, yang juga melibatkan anak2 Bantar Gebang sebagai pemeran Si Malin dan Ibundanya. Kocak banget dan sangat menghibur.

 

 

 

Setelah itu acara yg ditunggu2 pun tiba, games yang dipandu oleh Doni. Ada tiga jenis permainan, 7 loncat (7 up), 3&7, dan ….(apaan namanya don? Kepala,pundak,lutut..). akhirnya, kita dapatkan dua belas pemenang dari 4 kali games. Walaupun begitu, anak2 yg gak kebagian hadiah gake perlu sedih, karena diakhir acara semua anak mendapatkan hadiah dan souvenir (trims banyak pada donatur yg dah berbaik hati mau menyumbang). Setelah games untuk anak2 selesai, ada satu games untuk para LT-ers. Kelihatan kalo para LT-ers sudah gak sabar terlibat secara langsung, …yg akhirnya dimenangkan oleh pak jay (kemungkinan dah latihan terus di rumah bareng nyonya).

 

 

 

Jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Masih ada waktu untuk mengunjungi beberapa anjungan. Setelah pembagian hadian untuk para pemenang games dan semua anak, langsung siap2 ke anjungan Sumatra barat. Entah kenapa mobil pertama terpisah sangat jauh dengan mobil2 dibelakangnya, akhirnya rombongan pertama menunggu di parkiran dekat anjungan Sumbar. Dekat anjungan Sumbar ada dermaga untuk berkeliling danau buatan dengan perahu. Sempet juga nanya kapasitas perahu yg berkeliling di danau buatan, siapa tau ada yg tertarik keliling danau (asyik juga kelihatannya). Setelah cukup lama menunggu, akhirnya rombongan lain pada dateng. Kami pun bersama2 masuk ke anjungan Sumbar.

 

 

 

Anjungan Sumbar memang salah satu anjungan yg sangat menarik. Banyak warisan budaya yang masih terpelihara sampe sekarang. Selain itu Sumbar merupakan salah satu daerah penghasil pejuang2 yg hebat, seperti Bung Hatta, Sutan Syahrir, Buya Hamka, serta masih banyak lainnya. Kebetulan beberapa LT-ers adalah orang Sumbar. Setelah puas keliling2 di anjungan ini, kamipun melanjutkan perjalanan cukup jauh melintasi propinsi Sumut ke propinsi NAD. Walaupun tidak bermaksud KKN, tapi intan bisa ‘dikutuk’ sesepuhnya bila tidak menyempatkan mampir ke anjungan ini. Anjungan NAD relatif lebih sederhana secara fisik, tapi menyimpan kenangan sejarah yang cukup banyak. Yang paling kentara adalah pesawat RI 001, Seulawah. Pesawat RI pertama yang dibeli dari hasil patungan rakyat NAD untuk membantu perjuangan RI di masa perang kemerdekaan (lumayan juga ya ingetan sejarahku…:)). Selain menyaksikan pesawat pertama ini, anak2 pun diajak menyanyikan salah satu lagu kebangsaan disamping pesawat Seulawah, cukup mengharukan juga. Tapi yang paling mengharukan bukan hanya kenangan sejarah di anjungan ini, akan tetapi juga perpisahan dengan anak2 bantar Gebang. Yupp, akhirnya acara baksos ini berakhir di anjungan NAD.

 

Diawali oleh pidato MC kita, doni si ‘Berli’, acara diakhiri dengan salam2an antara anak2 BG dan kakak2 LT-ers. Akhirnya rombongan dari BG yg dipimpin pak oshi dan pak jay pulang duluan. Kami yg dari senmul, menyempatkan diri untuk sholat ashar dulu di musholla anjungan NAD.

 

Pada kesempatan PIC baksos (Gandi, DIna, Intan, Junrial) sekali lagi mengucapkan rasa terima kasih yg sebesar2nya buat semua pihak yg telah banyak membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Buat para donatur, smoga amalnya mendapatkan balasan yang setimpal di sisi Allah swt. Begitu juga temen2 LT-ers, trima kasih yg sebesar2nya atas bantuannya, dah rela bergadang demi suksesnya acara baksos ini. Smoga kebersamaan ini bisa trus berlanjut di masa mendatang. Dan marilah kita berdoa supaya acara, walaupun sederhana, ini dapat trus berlanjut di masa2 yg akan datang dan smoga bermanfaat dan menjadi inspirasi buat anak2 BG.Salam….
Junrial CH

Next Page »

Blog at WordPress.com.