LaaTahzan

May 11, 2005

Akal, HAWA dan FUAD (Bag.4)

Filed under: Pengajian Rabu Ceria — laatahzan @ 10:20 am

Summary Pengajian Rabu Ceria, 23 Maret  2005

Hawa dapat diartikan :
– dorongan-dorongan (driving force untuk cenderung kepada sesuatu)
– menarik ke bawah (dalam Surat An Najm (53):1 -> hawa diartikan sebagai terbenam)
– dalam Surat Al Baqarah : 87 dan Al Maidah (5) : 70 dijelaskan bahwa hawa tidak sesuai keinginan / jiwa, maksudnya : selalu ingin diperturutkan.
Dalam Al Qur’an terdapat kata ILMU >< ZON Nb : >< = lawannya Ilmu —– sudah terbukti kebenarannya, sedangkan ZON ——- adalah prasangka. HAWA cenderung mengikuti ZON / prasangka. Misal : Jika kita tidak suka terhadap seseorang, pasti akan cenderung berprasangka atau menjauhi orang tersebut. Maka -> Kita harus mengikuti PETUNJUK agar tidak terlalu memperturutkan HAWA.Dalam Surat An Nazi’at (79) : 40, 41
dijelaskan : Bahwa orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka surgalah tempat tinggalnya.

Puasa, merupakan salah satu cara Melatih Hawa.
HAWA dapat diibaratkan sebagai API.

API tidak bisa dihilangkan dalam kehidupan kita.
Begitu pula HAWA, HAWA sangat diperlukan dalam keberlangsungan kehidupan manusia di muka bumi ini, juga dalam peradabannya.

HAWA pada dasarnya merupakan sesuatu yang netral -> tergantung dorongan positif atau negatifnya yang lebih dominant.

Misal : Dorongan untuk makan, dorongan untuk meneruskan keturunan, dorongan untuk sukses, dll.

Dorongan yang ditimbulkan oleh HAWA bisa membawa kita ke arah kebaikan, tetapi bisa juga membawa ke arah keburukan.

Dorongan untuk makan -> Baik, karena manusia butuh makan untuk bertahan hidup, tetapi bisa jadi buruk, jika dilakukan pada saat yang tidak tepat (mis.sewaktu puasa,dsb), atau mengambil makanan orang lain tanpa izin yang punya, dll.
Dorongan dalam berhadapan dengan lawan jenis (nafsu ….) -> Baik, untuk terus berkembangnya generasi manusia dan jika pasangannya adalah suami / istrinya, tetapi bisa juga buruk, jika memperlakukan hal yang sama terhadap semua wanita/pria yang bukan muhrimnya.
Dan banyak lagi contoh lainnya ——————
Oleh karena itu yang harus diperhatikan adalah : AKAL harus lebih menang dari HAWA.
Jangan sampai HAWA menguasai AKAL.
Manusia yang HAWA-nya lebih dominant daripada AKAL dapat berperilaku seperti hewan.
Pembeda antara manusia dengan mahluk ciptaan Allah yang lain adalah AKAL-nya.

Regards
-Jayanti-

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: