LaaTahzan

May 26, 2005

Coming soon…:LaaTahzan’s 2nd Mabid!

Filed under: Mabit Ceria — laatahzan @ 12:31 pm

Assalamualaikum…

Yuhuuu….

Whazzzz…up guys & gals…

Nggak terasa, udah waktunya buat ngadain mabid lagee..

Rencananya bakal diadain minggu terakhir bulan Juni… Insya Allah

Dan yang in charge buat mabid kali ini adalah…Ustadzah Sari dan Ustadz DSF…

Tapi support temans semua dalam Mabid 2 ini ditunggu lhoo…

Ayo…Ayo…Ayoooooo….

Siapa nich yang mau handle acara, kosumsi, photo photo, transportasi..dll…

Jangan malu malu yach…

Karena semua ini, Dari Kita dan Untuk Kita…!!

Sooooo…..Please contact ustadzah or ustadz on duty for more details yee…

Don’t miss it….

Wassalam

Posted by nopee for LaaTahzan

Advertisements

May 13, 2005

The Alchemy of Happiness

Filed under: Uncategorized — laatahzan @ 8:37 pm
Contributor: Jeng Fitri
Introduction

KNOW, O beloved, that man was not created in jest or at random, but marvellously made and for some great end. Although he is not from everlasting, yet he lives for ever; and though his body is mean and earthly, yet his spirit is lofty and divine. When in the crucible of abstinence he is purged from carnal passions he attains to the highest, and in place of being a slave to lust and anger becomes endued with angelic qualities.

Attaining that state, he finds his heaven in the contemplation of Eternal Beauty, and no longer in fleshly delights. The spiritual alchemy which operates this change in him, like that which transmutes base metals into gold, is not easily discovered, nor to be found in the house of every old woman. It is to explain that alchemy and its methods of operation that the author has undertaken this work, which he has entitled, The Alchemy of Happiness.

Now the treasuries of God, in which this alchemy is to be sought, are the hearts of the prophets, and he, who seeks it elsewhere will be disappointed and bankrupt on the day of judgment, when he hears the words, “We have lifted the veil from off thee, and thy sight to-day is keen.”

God has sent on earth a hundred and twenty-four thousand prophets[1] to teach men the prescription of this alchemy, and how to purify their hearts from baser qualities in the crucible of abstinence. This alchemy may be briefly described as turning away from the world to God, and its constituents are four:

1. The knowledge of self.
2. The knowledge of God.
3. The knowledge of this world as it really is.
4. The knowledge of the next world as it really is.

We shall now proceed to expound these four constituents in order.
[1. This is the fixed number of the prophets according to Muhammadan tradition.]

To read more about this Al-Ghazali’s writing, please click here.


May 12, 2005

Hamzah Fansuri

Filed under: Puisi — laatahzan @ 10:10 pm

Dikirimkan oleh Ustadz MF ke Mailing List LaaTahzan..
Thanks to Ustadz MF…:-)

Hamzah Fansuri

Sidang `asyiq mencari Lawan
ke Bait al-Qudus pergi berjalan
kerjanya da’im membuangkan kawan
itulah sedia anak bangsawan

Ialah sampai terlalu `asyiq
da’im ia minum pada cawan Khaliq
mabuk dan gila ke Hadhrat Raziq
itulah thalib da`wanya shadiq

Minuman itu terlalu masak habis
dapat diminum pada fardh yang khamis
jika hendak kau minum sekalian habis
wujud wahmi jangan kau labis

…..
…..
…..

Hamzah Fansuri di dalam Makkah
mencari Tuhan di Bait al-Ka`bah
di Barus ke Qudus terlalu payah
akhirnya dapat di dalam rumah .

Dijelaskan oleh Ustadz DSF…
Thanks to Ustadz DSF…:-)

Segala puji bagi Allah… perjalanan yang ditempuh Syekh Hamzah Fansuri utk mencari Tuhan berakhir dengan happy ending.
Mengembara bersusah payah mencari Tuhan kemana-kemana dari Barus sampai ke Mekkah akhirnya malah ditemukan di dalam rumah (sengaja dibold oleh ust. farhan tuh… 🙂
Di dalam dirinya sendiri terdapat ‘Rumah Tuhan’. Baitullah berada di qalbu orang mukmin begitu dlm hadits.

Dalam Hadits Qudsi Allah berkata, ” Tidak akan cukup untuk-Ku bumi dan langit-Ku, tetapi yang cukup bagi-Ku hanyalah hati hamba-Ku yang mukmin.”
Jadi ternyata…untuk mencari Allah, yaitu mencari SUMBER kebenaran dan kebahagiaan hidup yg hakiki tidak perlu mencari jauh-jauh keluar.
Semuanya sudah tersedia di dalam diri kita masing-masing…tinggal kitanya saja yg harus berusaha utk menyelaminya…..

Dan dilengkapi oleh Ustadz Dwee
Thank to Ustadz dwee

Yo’i, sepakat Ustaadz Doni ^_~

Seperti bunyi dalam sebuah hadits yang terkenal, “Man’arafa nafsahu fa qad ‘arafa rabbahu”, Barang siapa mengenal dirinya maka mengenal Tuhannya. Dalam BahasaArab, penggunaan “qad” disambung dengan “fiil madli”(dalam hal ini adalah ‘arafa) menandakan suatu yang PASTI, apa lagi ditambah dengan kata “fa”, danBUKANNYA “tsumma”, yang berarti sesuatu yang langsung terjadi antara peristiwa I atau sebab (mengenal diri) dengan peristiwa II atau akibat (mengenal Tuhan) tanpa adanya jeda waktu.

Jadi teringat di dalam sebuah kisah pengembaraan Socrates ke Oracle Delphi, “siapa manusia yang paling bijak”. Jawabannya “Gnothi seuthon” artinya kenalilah dirimu. Yah, Tuhan seusai dengan persangkaan hamba-Nya, dan nilai seorang hamba juga dipengaruhi bagaimana dia mempersepsi dirinya. So, makanya mari kita belajar mengenal dan MENCINTAI diri sendiri 🙂 Gambattene,Mina-san!

Makasih yach buat semua contributor…..

Posted by Nopee for LaaTahzan

Hi… Doain Kami Yach…:-)

Filed under: Uncategorized — laatahzan @ 5:26 pm
Bismilahirahmanirrahim…

“Bikin pengajian di balikpapan yuukkkss…”

Sebenarnya ide ini udah mulai ada di benak gue sejak pertama kali gue diberitahu akan diassign ke balikpapan selama tiga bulan setengah, tapi sedikit terlupakan karena banyaknya kerjaan yang harus dilakukan.

Ide ini mulai bergulir lagi setelah salah satu anggota tetap LaaTahzan ditransfer permanently ke balikapapn, Hi Fanny…are you there…??. Fanny, gue dan beberapa teman di balikpapan mulai sering ngobrolin ide ini, walaupun nggak dalam forum formal. Jadi pembicaraan-nya putus nyambung begitu ajah, tampa ada kepastian…:p

Dan hari ini, ada salah satu temen balikpapan yang ngirim e-mail ke Mailing List LaaTahzan, yang bunyinya kayak gini nich:

From: Fitri Maryanti
Subject: Re: [LaTahzan] Laa Tahzan News!!

To: LaTahzan@yahoogroups.com

btw fan, bener kata intan, kapan nih laatahzan cabang balikpapan direalisasikan…mumpung nopee masih disini, masih bisa dimintain tolong….:)gimana kalo kita ngomonginnya pas ngerayain gaji #1 di slb?!…hehehe….


-fitri-

Dan malam ini gue jadi kepikiran lagi karema minggu depan adalah minggu terakhir gue sini. Jadi, gue mulai mikir strategi apa yang harus dilakukan untuk merealisasikan ide bagus ini. Mhmmmnnn….. ternyata gampang gampang susah juga yach….

Gue jadi inget ama awal awal LaaTahzan dimulai di Jakarta, sampai sekarang bisa rutin dilakukan setiap minggu. Alhamdulillah dilancarkan banget jalannya ama ALLAH. Mulai dari nyari Ustadz, tempat, ngumpulin teman dan banyak lainnya. Dan sekarang LaaTahzan Jakarta udah mulai punya kegiatan lain selain ngajian rutin. Teman ngaji semakin banyak, mabid bareng, seruan seruan ama anggota ngaji.

Sepertinya gue harus mulai melakukan hal yang sama disini. Coba gue recheck dulu yach teman teman balikpapan yang available….

Fitri: Masih berminat jadi koordinator kan….??
Fanny: Siap kan buat handle “Money” and “Food”…??
Alina: Ayo kumpulin temen temen slb….!!
Fanny: Ayo kumpulin abang abang dan tetah dari unocal…!!
Fitri: Pasukan total digerakkan yaacchh…!!
Gue: Mau ngapain yach…huahahaha….!!!

Kok fitri lagi fitri lagi…
Kok fanny lagi fanny lagi…
Alina..?? Gue…??
Dikit banget yach…??
No worries…
Ayooooooooo…kumpulkan pasukan….!!!

Doain kita kita yach…
Terus support kita yach…
Kita akan berusaha deh…
And let’s ALLAH do the rest…
Amien….

OOT:
Gue post deh, photo photo temen temen balikapan, biar blog semakin rame.

#1. Fanny lagi nanam manggis, nama manggisnya “Fanny”

Image hosted by Photobucket.com

#2. Fitri lagi ngeliatin beruang madu…:-)

Image hosted by Photobucket.com

#3. Alina lagi di jembatan, dan fitri background-nyah…:p

Image hosted by Photobucket.com

Posted by Nopee for LaaTahzan

May 11, 2005

Akal, HAWA dan FUAD (Bag.4)

Filed under: Pengajian Rabu Ceria — laatahzan @ 10:20 am

Summary Pengajian Rabu Ceria, 23 Maret  2005

Hawa dapat diartikan :
– dorongan-dorongan (driving force untuk cenderung kepada sesuatu)
– menarik ke bawah (dalam Surat An Najm (53):1 -> hawa diartikan sebagai terbenam)
– dalam Surat Al Baqarah : 87 dan Al Maidah (5) : 70 dijelaskan bahwa hawa tidak sesuai keinginan / jiwa, maksudnya : selalu ingin diperturutkan.
Dalam Al Qur’an terdapat kata ILMU >< ZON Nb : >< = lawannya Ilmu —– sudah terbukti kebenarannya, sedangkan ZON ——- adalah prasangka. HAWA cenderung mengikuti ZON / prasangka. Misal : Jika kita tidak suka terhadap seseorang, pasti akan cenderung berprasangka atau menjauhi orang tersebut. Maka -> Kita harus mengikuti PETUNJUK agar tidak terlalu memperturutkan HAWA.Dalam Surat An Nazi’at (79) : 40, 41
dijelaskan : Bahwa orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka surgalah tempat tinggalnya.

Puasa, merupakan salah satu cara Melatih Hawa.
HAWA dapat diibaratkan sebagai API.

API tidak bisa dihilangkan dalam kehidupan kita.
Begitu pula HAWA, HAWA sangat diperlukan dalam keberlangsungan kehidupan manusia di muka bumi ini, juga dalam peradabannya.

HAWA pada dasarnya merupakan sesuatu yang netral -> tergantung dorongan positif atau negatifnya yang lebih dominant.

Misal : Dorongan untuk makan, dorongan untuk meneruskan keturunan, dorongan untuk sukses, dll.

Dorongan yang ditimbulkan oleh HAWA bisa membawa kita ke arah kebaikan, tetapi bisa juga membawa ke arah keburukan.

Dorongan untuk makan -> Baik, karena manusia butuh makan untuk bertahan hidup, tetapi bisa jadi buruk, jika dilakukan pada saat yang tidak tepat (mis.sewaktu puasa,dsb), atau mengambil makanan orang lain tanpa izin yang punya, dll.
Dorongan dalam berhadapan dengan lawan jenis (nafsu ….) -> Baik, untuk terus berkembangnya generasi manusia dan jika pasangannya adalah suami / istrinya, tetapi bisa juga buruk, jika memperlakukan hal yang sama terhadap semua wanita/pria yang bukan muhrimnya.
Dan banyak lagi contoh lainnya ——————
Oleh karena itu yang harus diperhatikan adalah : AKAL harus lebih menang dari HAWA.
Jangan sampai HAWA menguasai AKAL.
Manusia yang HAWA-nya lebih dominant daripada AKAL dapat berperilaku seperti hewan.
Pembeda antara manusia dengan mahluk ciptaan Allah yang lain adalah AKAL-nya.

Regards
-Jayanti-

Next Page »

Blog at WordPress.com.