LaaTahzan

April 17, 2005

All About Love:-)

Filed under: Puisi — laatahzan @ 10:03 am

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.Mhmmmnn…Minggu ini Mailing List- nya LaaTahzan penuh dengan cinta:-), semua email yang masuk rata rata bertemakan cinta, Cinta Kepada Allah tentunya. Pengaruh apa yach?? Apa karena ada satu anggota LaaTahzan yang mau nikah yach ( say hi to Ustadz MF dan Mbak AL). Ada Description of Love – nya ~ mawlana Jalaluddin Rumi (q) “fihi ma fihi”, Mahabbah Cinta-nya Rabi’ah al-Adawiyah, dan puisi puisi pendek-nya rumi + tafsirannya yang dibikin oleh salah satu teman LaaTahzanGue coba untuk nge-posting 2 puisi, satu dari J. Rumi, dan satunya dari Rabi’ah al-Adawiya.

Puisinya Rumi dikirim ama Ustadz DSF, dan jadi lebih keren lagi karena Ustadz DSF juga bikin penafsiran dari puisi ini. Puisinya berjudul Persatuan Dengan-Nya.
Gue juga kutip comment-nya Bang FJ buat penafsirannya Ustadz DSF, “Ust. Donny gue lihat udah keren “appresiasi sastranya…”
Buat Ustadz DSF, ditunggu yach penafsiran penafsiran puisi lainnya, dan selalulah sharing ama kita kita di LaaTahzan.

Persatuan Dengan-Nya
Puisi By J.Rumi

Burung-Burung Kesadaran telah turun dari langit dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari.
Mereka merupakan bintang-bintang di langit agama yang dikirim dari langit ke bumi.
Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah dan betapa menderitanya Keterpisahan dengan-Nya.

Tafsiran By Ustadz DSF (copyright-nya By Ustadz DSF juga yach)Burung-Burung Kesadaran (yang bisa terbang diantara langit & bumi, adalah Jiwa-Jiwa atau Ruhani Manusia) telah turun dari langit (dunia ilahiyah, di surga) turun ke dalam jasad yg unsurnya berasal dari tanah/bumi, kemudian ruhani terikat pada bumi (kebutuhan-kebutuhan duniawi) sepanjang dua atau tiga hari saja (sebentar saja, tidak kekal).Ruhani manusia merupakan bintang-bintang di langit agama (cahaya petunjuk yang berasal dari Allah) yang dikirim dari langit ke bumi (dada manusia).

Betapa pentingnya Penyatuan (bagi ruhani kita untuk dekat dan tenggelam dengan Allah), dan sangat menderitanya Keterpisahan ruhani kita jika terhijab dan berjarak dengan Allah. (Hijab yg dihasilkan oleh sering menangnya hawa nafsu atas akal sehat/hati nurani). ….

Berikut ini adalah Mahabbah Cinta-nya Rabi’ah al-Adawiyah. Yang dikirim ke Milist ama Usatdz MF, tapi source-nya nggak disebutin, kalo ada yang tau, let me know yach..

(I)
Hai diri, bila Allah telah datang memanggil
Apakah engkau tidak akan malu berbuat durhaka
Dosa telah menutupi setiap kejadian
Aku datang penuh dosa
Apa yang akan aku katakan kepada-Nya
Bilamana DIA mencelaku…

(II)
Hai, diriku !
Sudah berapa lama engkau tertidur ?
Bilakah engkau bangun ?
Hampir saja engkau tertidur nyenyak
Tak akan bangun-bangun lagi
Sampai datang panggilan Tuhan
Pada hari berbangkit

(III)
Bekalku memang masih sedikit
Sedang aku belum melihat tujuanku
Apakah aku meratapi nasibku
Karena bekalku yang masih kurang ?
Atau karena jauhnya jalan yang akan kutempuh ?
Apakah Engkau akan membakarku ?
O, Tujuan Hidupku
Di manakah lagi tumpuan harapanku kepada-Mu ?
Kepada siapa lagi aku mengadu ?…

(IV)
Jika aku menginginkan sesuatu
Dan Tuhanku tak menghendaki
Maka aku bersalah
Dan aku tidak beriman

(V)
Buah ilmu jiwa ruhaniah
Adalah engkau palingkan wajah (hatimu) dari semua makhluq
Agar engkau pusatkan perhatian
Hanyalah kepada-Nya
Karena ma’rifah
Adalah mengenal-Nya dengan sebaik-baiknya..

Sebagai penutup gue mengutip pernyataan Ustadz DSF tentang Cinta:
Ternyata…!! cinta itu penting sekali ya?
Malahan bisa dibilang segala-galanya dalam hidup ini.
Pantas saja, Rumi puisinya cinta melulu…
Pantas saja, Rabi’ah Al Adawiyah ratapannya cinta melulu…
Pantas saja, Ustadz Farhan ngomongnya cinta melulu…
Semoga Allah SWT juga mengkaruniakan kita semua ‘cinta’ yang mampu mencintai-Nya.
Katanya, ini harus dimulai dari diri sendiri, lebih dulu kita berniat dan berikhtiar untuk mencinta-Nya…
Insya Allah, Dia akan menyongsong benih cinta yang masih rapuh ini dengan cinta yang lebih kokoh.

Semoga menggelinding terus bola salju cintaku…:p
Melabrak semua berhala-berhala kepalsuan, kepura-puraan, keriyaan, dan semua selain Dia.
Membentangkan jalan bagi amal perbuatan yang murni, tulus, ikhlas, lillahi ta’ala…amiiin.

Makasih yach buat semua temen temen yang udah memberikan kontribusi buat postingan kali ini.

Wassalam

Nopee

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: