LaaTahzan

May 8, 2008

Seputar Falsafah Kenabian

Filed under: Hikmah — Oshi @ 9:45 am

dirangkum dari Kajian Rhaudah, Ustad Bagir, 04/05/2008
disalin oleh Elin

Apa sih hakikat wahyu yang diturunkan kepada Nabi?

Apakah hakikat wahyu? Wahyu berasal dari Tuhan yang diturunkan kepada Nabi berisi tentang hakikat-hakikat ke-Tuhan-an (divine realities / al haqoiq illahiyyah) dan hal-hal yang mengutuhkan eksistensi manusia. Oleh karena itu, kehadiran Nabi di dunia menjadi wajib adanya (the necessity of prophethood), sebagai bentuk ke-maha adilan-Nya. Karena tanpa ada hal ini manusia tidak bisa hidup dan eksis secara total sebagai manusia sesungguhnya (kebutuhan primer manusia).

Bagaimana sih wahyu diturunkan?

Nabi menerima wahyu secara spiritual ke dalam qalbu-nya (wa nazzala fiihi ruhul amin ‘ala qalbika), sedemikian divine realities ini (hakikat-hakikat illahiyyah) ini dimanifestasikan/di’tajalli’kan dalam level ruhani bukan fisik. Oleh karena itu, manusia lain tidak dapat mengetahui atau mendeteksi proses turunnya wahyu tersebut, karena qalbu bersifat sangat pribadi.

Bagaimana cara meng-identifikasi Nabi / penerima wahyu?

Salah satu cara untuk membuktikan kenabian seseorang itu adalah mukjizat (fauqul ‘adah). Pertanyaan berikutnya adalah apakah hakikat mukjizat itu? Fauq (diatas/beyond) al ‘adah (adat/kebiasaan). Jadi secara literal mukjizat adalah sesuatu yang diluar kebiasaan. Muncul lagi pertanyaan, apakah yang dimaksud dengan biasa? Bagaimankah konsep diluar kebiasaan ini sebenarnya agar bisa didefinisikan sebagai mukjizat. Nabi Sholeh mukjizatnya ‘unta keluar dari batu’, itu adalah salah satu contoh fauqul ‘adah. Dalam teologi fauqul ‘adah itu:

1- No precedent (sebelumnya tidak ada orang yang pernah melakukan hal itu/ke belakang).

2- No repetition (di masa depan tidak akan ada orang yang melakukan hal yang sama/ tidak terulang).

3- No learning process (tidak ada proses belajar, tidak bisa dipelajari).

Jadi secara singkat, mukjizat adalah hal-hal yang diluar kebiasaan, belum pernah ada yang melakukannya dan tidak akan ada yang mampu mengulangi serta tanpa proses relajar. Contoh mukjizat Nabi Muhammad Saw adalah Al Qur’an, membelah saqul qamar (bulan); bisa dibuktikan bahwa dua-duanya adalah mukjizat. Dua hal tersebut tidak pernah ada yang melakukannya, tidak akan terulang dan tanpa melalui proses belajar.

Lebih jelas lagi tentang mukjizat?

Secara jenis, mukjizat terbagi dua:

1- Mukjizat qauli (transmitif, ilmiah,disampaikan lisan); Contohnya Al Qur’an. Bahasanya yang sangat istimewa. Sebagian ada yang menyebut bahwa yang menyebabkan Al Qur’an dikatakan sebagai mukjizat adalah karena Tuhan berbicara dalam bahasa manusia (pembicaraan Tuhan dalam bahasa manusia). Mukjizat qauli adalah bukti untuk orang-orang intelektual (karena orang intelektual tidak gampang di permainkan dengan hal-hal bersifat luar biasa dari segi perbuatan).

2- Mukjizat fi’li (perbuatan yang dilakukan); seperti mukjizatnya Nabi Sholeh dimana unta keluar dari batu, Nabi Musa dimana lautan terbelah. Nabi Muhammad Saw yang membelah bulan. Ini adalah bukti untuk orang-orang awam. Terjadinya sekali, sekedar untuk membuktikan kenabian beliau. Nabi tidak menginginkan seseorang beriman hanya karena melihat hal yang luar biasa saja.

Bagaimana sikap kita jika ada orang yang mengaku sebagai Nabi?

Jadi jika ada seseorang mengaku sebagai Nabi kita tinggal tanya dia untuk membuktikan mukjizat fi’li dan qauli-nya. Pada zaman Nabi banyak yang mengaku sebagai Nabi. Ada diantaranya seorang yang mengaku sebagai Nabi, kemudian Nabi Muhammad Saw meminta dia untuk menunjukkan mukjizat fi’li nya dengan menaikkan permukaan air sungai. Tapi ternyata dia tidak mampu, yang ada malah permukaan air sungainya turun. Nabi pada saat itu tidak berbuat apa-apa lagi, karena terbukti dengan sendirinya kalau dia bukanlah Nabi. Tapi Nabi tidak pernah menyatakan bahwa “darahnya halal” karena itu, atau rumahnya boleh dirusak (seperti yang dilakukan segelintir orang atau golongan di negeri ini). Nabi tidak pernah mengajarkan kita untuk agresif, karena menentukan kebenaran itu tidak boleh agresif. Karena apa? Karena ada ‘lakum diinukum waliyadin’. Tidak mungkin ada ayat ini jika kita dituntut untuk agresif. Sekali lagi islam itu rahmatan lil’alamin, tidak mengenal sikap agresif dan main hakim sendiri.

December 12, 2007

Soft Launching Tabungan Qurban 1429H

Filed under: Hikmah — laatahzan @ 7:48 pm
Tags:

LaaTahzan sedang mempersiapkan launching program terbarunya yaitu Tabungan Qurban yang sedianya akan dimulai pada bulan Muharram 1429H.
Program ini diadakan untuk mempermudah para LT-ers untuk mempersiapkan qurbannya di tahun mendatang sedini mungkin.

Dengan menabung untuk Qurban, ada beberapa manfaat yang diperoleh:
- Merealisasikan niat untuk berqurban secara kongkrit
- Mempermudah mengelola keuangan bulanan.
- Tidak perlu mengeluarkan dana besar saat menjelang bulan Dzu-l-Hijjah.
- Membantu panitia dalam memperkirakan jumlah Qurban lebih awal.

Apabila Anda ingin berpartisipasi, silakan menghubungi pengurus LT atau meninggalkan pesan di bagian comment. Insya Allah, kami akan menghubungi Anda.

-LaaTahzan-

December 10, 2007

Pengurus LT 2008

Filed under: Hikmah — laatahzan @ 8:41 pm

Berikut adalah susunan kepengurusan LaaTahzan periode tahun 2008
hasil musyawarah pada tanggal 8 Desember 2007 di mesjid Dep.Koperasi

Koordinator Umum : Maulana Arifani
Koordinator Kegiatan Ekstra: Restio A. Brata
-PJ Tadabbur Alam : Gandi, Hesti
-PJ Mabit : Lebda,Yuli , Artha, Ari
-PJ Baksos : Mega, Donna, Anas
-PJ Ramadhan : Irwandi, Dwi, Sonnya
-PJ Qurban : Suci, Hermaz
-PJ Tabungan Kurban : Dwi S. Ardyanto
-PJ Beasiswa: Ayu, Imun , Hilda
Bendahara Umum : Nurhayati S. Dewi
Bendahara Sosial : Elin Haryanto
Bendahara Beasiswa : Devi Rahayu
Dokumentasi Kegiatan: Donny S. Danaatmadja
Administrasi Blog : Lulu R. Indah
Administrasi Milis : Oshi Isbani

Selamat bertugas dan semoga dapat membawa LaaTahzan kepada organisasi yang bermanfaat bagi anggota dan masyarakat umum.

-LaaTahzan-

November 23, 2007

Tanya jawab Qurban

Filed under: Hikmah — laatahzan @ 3:07 am
Tags:

Berikut Tanya Jawab tentang Qurban dari berbagai sumber

Selamat menyimak..

-LaaTahzan-

November 22, 2007

Qurban untuk almarhum orang tua ?

Filed under: Hikmah — laatahzan @ 2:55 am
Tags:

Berikut adalah link-link yang berisi pembahasan seputar qurban untuk almarhum orang tua dari website tanya jawab seputar fiqh islam.

Eramuslim
Syariah Online
Pesantren Virtual

Semoga dapat menambah informasi dan wawasan tentang pelaksanaan ibadah Qurban.

-LaaTahzan-

Next Page »

Blog at WordPress.com.