LaaTahzan

August 30, 2007

Seri keluarga : Tugas Istri

Filed under: Hikmah — laatahzan @ 10:18 am


Tugas Istri

1. Menjadi Pendamping Suami
Tugas istri adalah merawat dan mengurus suami. Itu bukanlah pekerjaan
yang mudah. Wanita yang tidak menyadari bagaimana melakukan peranan ini,
akan menemui kesulitan dalam melaksanakan tugasnya. Bagi seorang wanita
yang sadar; maka tugas mengurus suami memerlukan sedikit kebijaksanaan,
cara (metode), dan kesederhanaan. Untuk dapat menjadi istri yang
berhasil, seorang wanita harus mampu merebut hati suaminya dan menjadi
sumber kesenangan baginya. Ia harus mendorong suaminya untuk melakukan
perbuatan-perbuatan yang baik den menghindarkannya dari perbuatan dosa.
Ia juga harus memberikan takaran yang cukup untuk memelihara kesehatan
dan kesejahteraan suaminya. Hasil dan usaha-usahanya ini diarahkan
langsung untuk membuatnya menjadi suami yang baik dan terhormat yang
dapat menjadi pelindung keluarga yang sepantasnya, serta menjadi seorang
ayah yang membimbing dan dihormati oleh anak-anaknya. Allah yang Maha
Mengetahui telah mengaruniakan kepada wanita kekuatan yang lua r biasa.
Kemakmuran dan kebahagiaan dan juga penderitaan keluarga, semua berada
dalam genggamannya.

Seorang wanita dapat mengubah rumahnya menjadi surga yang agung atau
neraka yang menyala. Ia dapat mendorong suami ke puncak keberhasilan
atau menjerumuskannya kepada kesialan. Seorang wanita dengan kualitas
yang dikaruniakan oleh Allah kepadanya, yang sadar akan peranannya
sebagai istri, dapat meningkatkan kedudukan suaminya sebagai orang yang
terhormat sekalipun suaminya adalah laki-laki yang berkedudukan paling
rendah.

Seorang ulama terkenal menulis: “Wanita memiliki kekuatan yang aneh,
yaitu bila mereka menghendaki sesuatu mereka dapat memperolehnya. “
Dalam Islam, mengurus suami mempunyai posisi yang penting. Hal ini
telah disejajarkan dengan jihad (perang suci di jalan Allah). Imam Ali
a.s. menyatakan: “Jihad seorang wanita adalah mengurus suaminya dengan
baik”.

Bila kita mempertimbang- kan bahwa jihad adalah perjuangan dan perang
suci di jalan Allah termasuk juga pengembangan dan penghormatan terhadap
Islam, membela daerah kekuasaan Islam dan pelaksanaan keadilan sosial,
maka hal ini merupakan salah satu perbuatan menyembah Allah. Nilai dan
pelaksanaan tugas-tugas seorang istri yang baik juga direfleksikan
dengan jihad.

Rasulullah saw. bersabda: “Bila seorang wanita meninggal dunia dan
suaminya dalam keadaan senang kepadanya, maka ia masuk surga. Rasulullah
juga mengatakan: “Bila seorang wanita tidak melakukan tugasnya sebagai
istri, dia belum menjalankan tugasnya terhadap Allah”.

2. Mengungkapkan Rasa Cinta Kepada Suami
Semua orang haus akan persahabatan dan kebaikan hati. Mereka semua
ingin dicintai oleh orang lain. Hati manusia menginginkan yang demikian.
Seseorang yang tidak dicintai oleh orang lain merasa dirinya kesepian
dan terpencil.

Wahai kaum wanita !
Suami anda pun demikian. Dia juga membutuhkan cinta dan kasih sayang.
Sebelum kawin, cinta dan kasih sayang orangtuanya telah memenuhi
kebutuhan ini, tetapi kini dia mengharapkan andalah yang memenuhinya.
Laki-laki mencari istri untuk mendapatkan cinta dan persahabatan yang
merupakan kebutuhan manusia. Ia berjuang keras untuk mencari nafkah dan
menyenangkan anda. Dia berbagi segala kesulitan hidup dengan anda. Dan
karena pasangan sejati anda Iebih memikirkan tentang kebahagiaan anda
daripada orangtua anda, maka tunjukkanlah penghargaan anda kepadanya dan
cintailah dia, dia akan mencintai anda. Cinta adalah hubungan dua arah
yang mempersatukan dua hati.

Seorang pemuda berusia dua puluh tahun yang datang ke Teheran untuk
belajar di universitas, jatuh cinta dengan seorang janda berumur 39
tahun yang menjadi induk semangnya. Hal ini disebabkan karena wanita
tadi telah mengisi tempat ibunya yang kosong di hatinya dengan kasih
sayangnya.

Bila cinta terjadi secara timbal-balik, dasar-dasar perkawinan menjadi
kokoh dan perpisahan pun dapat dihindarkan. Jangan terlalu merasa bahwa
suami anda jatuh cinta kepada anda pada pandangan pertama, karena cinta
yang demikian itu tidak kekal. Cinta abadi terjadi karena kebaikan hati
dan kasih sayang yang tetap dalam bentuk persahabatan yang akrab.
Bila anda mencintai suami anda dan bersahabat dengannya, maka ia akan
bahagia dan mau berjuang dan mengorbankan dirinya demi kesejahteraan
anda. Seorang laki-laki yang merasakan cinta istrinya, jarang menderita
kesehatanyang kurang baik atau lekas marah. Bila seorang laki-laki
tidak mendapatkan cinta dan persahabatan yang hangat dari pasangannya,
ia dapat menjadi minder (rendah diri) dan segan untuk pulang. Mungkin
ia akan menghabiskan sebagian besar waktunya di luar rumah untuk mencari
kawan dan perhatian. Mungkin ia berkata pada dirinya sendiri: “Mengapa
aku harus bekerja untuk orang yang tidak menyukaiku ? Lebih baik aku
bersenang-senang sendiri dan berusaha mendapatkan teman yang sejati.”

Ada kemungkinan seorang wanita mencintai suaminya tetapi jarang
menunjukkan (mengekspresikan) -nya rasa cintanya itu. Ini tidak cukup
untuk memantapkan tali persahabatan dan hal seperti itu tidak
dibenarkan. Sesekali, ucapan-ucapan seperti “aku mencintaimu” , “aku
merindukanmu” , “aku senang berjumpa denganmu”, sangat membantu dalam
menciptakan persahabatan yang baik. Ketika suami sedang dalam
perjalanan, istri sebaiknya menulis surat bahwa ia merindukan suaminya.
Bila ada telepon di tempat kerja suami, istri dapat menelponnya
sesekali, tetapi tidak terus-menerus. Istri sebaiknya memberikan pujian
terhadap suaminya di hadapan teman-teman dan keluarga bila ia sedang
tidak berada di tempat itu dan membelanya bila seseorang berbicara tidak
baik mengenai dia.

Allah SWT berfirman mengenai ikatan cinta dan kasih sayang ini dalam
Al Qur’ an: Dan di antara tanda-tandaNya ialah Dia menciptakan untukmu
istri-istri dari jenismu, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar–benar terdapat tanda bagi
kaum yang berpikir. (QS 30:21)

Imam Ridha a.s. menyatakan : “Wanita yang menunjukkan rasa cinta dan
kasih sayangnya merupakan berkah bagi suaminya”.
Rasulullah SAW bersabda: “Wanita yang terbaik di antara kamu adalah
yang memiliki cinta dan kasih sayang”.

“Imam Shadiq a.s. mengatakan: “Bila kau mencintai seseorang, biarkan
ia mengetahuinya” .

3. Menjaga Kehormatan Suami
Keinginan untuk dihormati adalah sesuatu yang wajar tetapi tidak
setiap orang siap memberikannya. Suami anda berhubungan dengan banyak
orang selama seharian tidak di rumah. Mungkin beberapa di antara
orang-orang itu ada yang tidak berlaku sopan dan menyinggung perasaan
hingga membuatnya kecewa. Sebapi istrinya, anda diharapkan untuk
menunjukkan rasa hormat dan dorongan di rumah hiagga ia merasa harga
dirinya cukup tinggi.

Menghormati dan menghargai suami tidak akan membuat anda rendah,
tetapi ini akan memberikan tenaga dan dorongan untuk berjuang demi
mencapai kehidupan yang lebih baik.
Anda harus selalu menyambutnya, dan dengan sambutan anda itu ia akan
mendapatkan perasaan terhormat. Jangan memotongnya bila ia sedang
berbicara. Bila berbicara kepadanya, berlakulah sopan dan penuh hormat
dan jangan berteriak kepadanya. Biarkanlah ia masuk terlebih dahulu
bila anda berdua menghadiri pesta perkawinan, misalnya. Beritahukanlah
kepada anak-anak agar menghorrnatinya dan marahilah mereka bila berlaku
tidak sopan kepadanya. Hormatilah ia di hadapan para tamu dan
perhatikanlah kebutuhan-kebutuhan nya seperti tamu-tamu itu.

Bila ia mengetuk pintu, anda harus berusaha untuk membukakannya dengan
tersenyum dan air muka yang gembira. Hal yang kecil ini mempunyai
pengaruh besar dalam menyegarkan kembali pikiran suami yang lain.
Mungkin beberapa wanita akan berpikir dengan membayangkannya sebagai
orang asing. Ini bukanlah sikap yang benar karena laki-laki itu telah
berjuang sehari penuh demi kesejahteraan keluarganya dan ia butuh
penghormatan dan sambutan ketika tiba di rumah. Sambutan pertama itu
memberikan pengaruh besar dan apa yang baik untuk tamu baik pula untuk
anggota keluarga.

Rasulullah saw. bersabda: “Tugas seorang wanita adalah membukakan
pintu dan menyambut suaminya.”

Imam Shadiq a.s. mengatakan: “Seorang wanita yang menghormati suaminya
dan tidak merepotkannya akan beruntung dan menjadi makmur.”

Rasulullah saw. juga bersabda: “Seorang istri bertugas untuk
menyediakan sebuah baskom dan handuk untuk membasuh tangan suaminya.”
Berhati-hatilah agar tidak menghinanya, jangan berkata kasar
kepadanya, jangan menyalahinya, jangan mengabaikannya, dan jangan
memanggilnya dengan julukan yang tidak baik. Bila anda menyerangnya, ia
pun lalu akan menyakiti anda. Akhirnya rasa cinta dan percaya akan
rapuh. Kemudian anda akan terus menerus berkelahi dan berbantah-bantahan
yang akan menjurus kepada perceraian. Bahkan bila anda meneruskan untuk
hidup bersamanya, kehidupan anda berdua akan penuh berisi kekacauan.

Perasaan bermusuhan dan gangguan kejiwaan dapat berkem-bang terus hingga
ke suatu titik yang dapat membahayakan kehidupan pasangan tersebut yang
dapat menjurus kepada perbuatan jahat (kriminal).
Cerita berikut ini akan inenggambarkan beberapa di antara permasalahan
tersebut di atas:

Seorang laki-laki, berusia 22 tahun, menusuk istrinya yang berumur 19
tahun hingga menemui ajalnya setelah sang istri menyalahkannya. Di
pengadilan ia bercerita: “Saya menikah dengan wanita ini setahun yang
lalu. Pada awalnya, istri saya sangat mencintai saya, tetapi tak lama
kemudian dia berubah dan mulai menghina saya. Dia selalu menggunakan
kata-kata kotor kepada saya setiap ada kesempatan dan selalu
menertawakan karena hal-hal sepele. Karena mata saya juling, istri saya
pun selalu memanggil saya dengan sebutan ‘keledai buta’. Pada suatu
hari, ia memanggil saya dengan sebutan ‘keledai buta’, dan saya menjadi
sangat marah sehingga saya menusuknya sebanyak 15 kali dengan pisau.

4. Jangan Mengeluh dan Mengumbar Penderitaan Sembarangan
Tak ada seorang pun yang tidak mempunyai persoalan dan penderitaan
yang berkenaan dengan kehidupan sehari-hari. Siapa pun ingin mempunyai
teman yang penuh perhatian tempat ia mengadu dan mau mendengarkan
persoalan-persoalan nya. Tetapi yang harus diingat adalah bahwa “segala
sesuatu itu ada tempat dan waktunya sendiri-sendiri. Orang harus
menyadari waktu dan kesempatan yang tepat untuk mengeluh. Ada wanita
yang tidak peduli bahwa suaminya sedang dalam keadaan lelah dan letih

Setelah bekerja sepanjang hari. Ia bukannya menunggu satu atan dua jam
agar suaminya segar kembali, tapi bahkan menyerangnya dengan serentetan
keluhan.

Sebagai contoh, sang istri mungkin berkata:
Kau meninggalkan aku dengan anak-anak yang nakal-nakal ini lalu pergi.
Ahmad memecahkan gelas di muka pintu ruang depan, anak perempuan kita
berkelahi, rasanya aku akan nenjadi gila dengan suara anak-anak di luar.
Rasanya tidak mau belajar sama sekali dan ia mendapat nilai-nilai yang
jelek. Aku telab bekerja berat sehari ini. Aku lelah sekali. Tak seorang
pun mau mendengar teriakan–teriakank u. Anak-anak ini tidak mau membantu
mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Kalau saja aku tak mempunyai seorang
anak pun ! Omong-kosong dengan sandara perempuanmu yang datang lagi
untuk membantuku. Aku tak tahu apa yang terjadi dengannya. Dia
berkelakuan seolah-olah aku telah menelan uang peninggalan ayahnya.

Mudah-mudahan Tuhan menyelamatkan aku dari ibumu ! Ia telah
menjelek-jelekkan aku di belakangku. Aku sudah kenyang dengan mereka
semua. Selain itu tadi, jariku teriris. Aduh sakitnya!
Sayang sekali, aku pergi ke pesta perkawinan Muhammad, kemarin. Pasti
kau melihat istri Rashid. Betapa cantiknya ! Seharusnya Allah
menganugerahkan nasib yang sama kepadaku. Memang ada pria-pria yang
begitu mencintai istrinya. Mereka membelikan istrinya barang-barang yang
indah-indah. Mereka adalah suami yang sejati. Ketika Rashid memasuki
ruangan, semua orang menghormatinya. Memang benar orang hanya tertarik
kepada orang lain dari pakaian luarnya saja. Apa sih yang dimilikinya
yang tidak kumiliki ? Mengapa ia pamer di hadapanku? Oh ya, ia beruntung
mempunyai suami yang mencintainya, ia tidak seperti aku!

Aku tak tahan lagi tinggal di rumah ini, mengurus kau dan anak-anakmu.
Lakukan saja apa yang kan sukai.
Sikap yang demikian ini tidak benar. Wanita semacam itu tentu berpikir
bahwa suaminya pergi pesi’ar atau bersenang-senang setiap han. Kaum
laki-laki menjumpai beratus-ratus persoalan setiap hari. Ibu yang baik !
Anda tidak tahu apa yang dikerjakan suami anda bila ia sedang bekerja.
Anda tidak mengerti orang-orang kasar dan licik macam apa yang ia jumpai
sepanjang hari. Maka bila ia pulang, anda selayaknya tidak boleh
menyuguhkan semua keluhan anda pada waktu yang sama. Jangan sampai ja
merasa bersalah sebagai seorang pria. Berlaku baik dan bijaksanalah
kepadanya. Bila anda menambah kecemasannya dengan mengomel dan
merengek-rengek, maka ia akan memulai percekcokan atau pergi begitu saja
meninggalkan rumah ke tempat hiburan, bioskop atau bahkan mondar-mandir
di jalanan.

Karena itu, ibu yang baik !
Demi Allah, hentikanlah kebiasaan mengeluh dalam waktu yang tidak
tepat itu. Carilah saat yang tepat dan kemudian ceritakanlah masalah
anda yang sebenar-benarnya, tidak dengan mengeluh tetapi dengan cara
meminta bantuan pemecahan. Dengan cara ini anda tidak menciptakan
perasaan bermusuhan dalam dirinya dan ikatan keluarga tetap aman.
Rasulullah saw. bersabda: “Shalat seorang wanita yang mengganggu
suaminya dengan lidahnya, tidak diterima oleh Allah, walaupun dia
berpuasa setiap han, bangun untuk melakukan shalat di waktu malam,
membebaskan beberapa budak dan membelanjakan uangnya di jalan Allah.
Wanita dengan lidah busuk yang mengganggu suaminya dengan cara seperti
ini adalah orang pertama yang akan memasuki neraka.”

Duhai Ibu yang baik !
Bila anda menyayangi suami dan anak-anak anda, maka anda harus
menghentikan sikap yang tidak pantas dan tidak masuk akal ini.
Apakah anda pernah berpikir bahwa kelakukan anda yang salah ini akan
mengakibatkan pecahnya kehidupan keluarga anda ?
Seorang dokter memberikan kesaksiannya di pengadilan:
Saya belum pernah melihat istri saya berkelakuan seperti Iayaknya
searang istri selama kami menikah. Rumah kami selalu berantakan. Dia
selalu berteriak-teriak dan marah-marah. Saya tak tahan hidup dengannya.
Setelah saya memberinya uang saya menceraikannya. Dokter itu berkata
dengan gembira : “Bila dia menginginkan dan meminta semua kekayaan saya
dan bahkan titel saya sebagai dokter, saya akan memberikannya asalkan
bisa lebih cepat berpisah dengannya.”

5. Bersikaplah Yang Menyenangkan
Seseorang yang memiliki sifat-sifat yang baik dengan sikap yang
menyenangkan juga tetap akan menghadapi kesulitan dan permasalah hidup
yang sama. Namun inilah jenis kepribadian yang menarik yang dicari
orang. Sikap dan sifat seseorang yang menyenangkan akan membuatnya kebal
terhadap kekacauan jiwa karena sikap hidup mereka adalah mengatasi
kesulitan dengan cara yang terbaik dan layak.

Imam Shadiq a.s. mengatakan: “Tak ada hidup yang lebih enak daripada
yang menyenangkan. “
Tetapi sebaliknya, seseorang yang memiliki sifat-sifat jelek akan
mendapati hidup ini tidak menyenangkan karena hubungan orang-orang
semacam ini menimbulkan kecemasan dan ketidakbahagiaan hidupnya. Sikap
semacam ini dihindari oleh kebanyakan orang karena akan mengakibatkan
semuanya berakhir dengan hanya sedikit teman yang tersisa. Kemudian ini
semua menjadi suatu keadaan yang diikuti oleh masalah-masalah psikologis
dan penyakit-penyakit lain yang disebabkan oleh kecemasan dan kekosongan
yang membuatnya bersikap tidak baik terhadap hidup.

Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang memilih sikap dan sifat jelek
akan selalu mendapatkan permusuhan dan penderitaan. “
Sikap yang baik dan menyenangkan merupakan sesuatu yang penting di
kalangan semua orang pada umumnya dan di kalangan pasangan khususnya
karena pasangan harus hidup bersama dan membangun kehidupan yang saling
berhubungan.

Ibu yang baik !
Bila anda ingin menikmati kehidupan yang menyenangkan bersama suami
dan anak-anak, jadikanlah sikap anda menyenangkan dan dapat diterima.
Bersifat baik dan tidak selalu bertengkar. Anda mampu menjadikan rumah
anda sebagai surga yang agung ataupun neraka yang menyala. Anda bisa
men-jadi bidadari yang penuh kasih di mana anak-anak dan suami akan
mendapatkan kedamaian pada diri anda. Tahukah anda betapa indahnya kesan
yang anda tinggalkan di dalam hati mereka lewat senyum yang manis dan
bahasa yang halus. Kesan yang menyenangkan itu selalu segar da!am
ingatan mereka ketika mereka berangkat bekerja atau ke sekolah dan
membantu mereka untuk memulai hari yang indah.

Karena itu, bila anda menyayangi kualitas kehidupan anda dan hubungan
anda dengan suami, jangan bersikap tidak baik. Bersikap baiklah, karena
pilar pendukung yang utama untuk keamanan perkawinan adalah etika yang
diatur dengan baik yang menjurus kepada sikap yang menyenangkan.
Kebanyakan perceraian yang terjadi disebabkan karena perbedaan sifat
antara suami istri. Dari data statatistik dapat disimpulkan bahwa pada
pasangan-pasangan yang melakukan perceraian tidak terdapat adanya
kesamaan dalam sikap, nilai-nilai moral, dan watak. Sumber utama
percekcokan dan pertengkaran keluarga adalah perbedaan watak dan
nilai-nilai dan prinsip–prinsip etika.

Seorang wanita mengeluh di pengadilan bahwa suaminya selalu makan
siang dan makan malam di luar. Lalu suaminya menjelaskan bahwa alasan
mengapa Ia selalu makan di luar adalah karena sang istri sama sekali
tidak menimbulkan keinginan untuk makan dan bahwa ia adalah wanita yang
berwatak paling jelek di dunia. Tiba-tiba sang istri bangkit dan mulai
memukuli suaminya di hadapan para jaksa. Wanita bodoh itu berpikir bahwa
dengan mengeluh, menyakiti dan memukuli suaminya ia dapat membawanya
pulang ke rumah kembali. Namun, Ia tidak menggunakan cara yang sederhana
dan cerdas yaitu dengan lebih berhati-hati dan mencari cara yang Iebih
wajar.

Wanita lain melaporkan kepada pengadilan bahwa suaminya sudah tidak
pernah berbicara kepadanya selama 15 bulan dan bahwa ia memberikan
belanja rumah tangganya melalui ibunya. Suaminya menjawab bahwa ia
sudah cukup menahan watak istrinya yang jelek itu yang membuatnya
memutuskan untuk tidak berbicara kepadanya selama 15 bulan.
Kebanyakan pertengkaran keluarga dapat diatasi dengan ke-balkan hati,
kasih sayang dan watak yang baik. Bila suami anda tidak baik hati, bila
ia pergi makan malam sendiri, bila ia suka menyakiti,
menghambur-hamburka n semua kekayaannya, mengatakan hal-hal tentang
perpisahan dan perceraian atau sejumlah penyebab pertengkaran keluarga,
hanya ada satu jalan untuk mengatasinya. Caranya adalah dengan berbaik
hati dan bersikap baik. Hasil daripada perbuatan ini menakjubkan.

Imam Shadiq a.s. mengatakan: “Allah SWT akan mengganjar orang yang
berwatak seperti orang-orang yang berjihad. Ia akan mengaruniakan
berkahNya kepada orang itu siang dan malam.”

Imam Shadiq a.s. mengatakan: “Wanita yang mengganggu dan membuat
suaminya cemas, dijauhkan dari berkah Allah, dan wanita yang menghormati
suaminya, patuh dan tidak membuatnya menderita, akan mendapat berkah dan
kemakmuran.”

Ada suatu hadis yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad saw. Diberitahu
tentang adanya seorang wanita yang berpuasa setiap hari, dan melakukan
shalat di waktu malam, tetapi ia mempunyai watak yang jelek dan selalu
menyakiti tetangganya dengan lidahnya yang tajam. Nabi menjawab: “Tidak
ada kebaikan padanya dan ia adalah penghuni neraka.”

Akhir kata, semoga bermanfaat,

28 Comments »

  1. trima kasih atas tulisan ini. Sedikit menjawab persoalan yang saya hadapi..
    saya ingin tulisan yang mengulas cara suami mendidik istri hingga jadi istri idaman seperti diatas..?

    Comment by heru — November 23, 2008 @ 8:08 pm | Reply

  2. bagaimana cara terbaik (menurut ISLAM)untuk menghadapi permasalahan yang saya hadapi saat ini. Istri bekerja melebihi porsinya, sehingga kesempatan untuk memberikan cinta dan sayang terhadap suami dan anak sangat minim. “sampai rumah capek, tidur, bangun langsung siap kerja”. Sehingga suami merasa diremehkan dan diambil alih tugasnya. Tidak ada komunikasi disaat bersama. karena jika suami mengajak untuk berunding masalah TUJUAN hidup, CARA, HAK dan KEWAJIBAN yang semestinya dilakukan bersama2 ujung2nya RIBUT melulu. Masih ada campur tangan orang tua setiap suami mau mengatur rumah tangga. Istri begitu kaku dan istri masih merasa dia anak dari ortunya, bukan sebagai kel. yang baru. Terima kasih atas respons baik dari para pembaca.

    Comment by errics — June 15, 2009 @ 2:09 am | Reply

  3. Wah benar2 ulasan yang bagus..cocok buat bekal yang mau membina rumah tangga maupun yang sudah berumah tangga,terimakasih buat pencerahannya..

    Comment by arief hendi — January 15, 2010 @ 10:54 am | Reply

  4. WAAWW…Sebagai lelaki yg siap nikah saya akan kirimi calon saya dengan postingan ini, trims semoga Allah meridhoi keluarga anda. Wass

    Comment by nandaman — May 10, 2010 @ 2:00 am | Reply

  5. Alhmd..tulisan ini dh membuka mata dan hati sy unt bgmn memperlakukn suami sy.Terima kasih..sy akn brusha mengamalknny supaya sy bs sll mendpt cinta dr suami dan d ridho i oleh Allah selalu.

    Comment by Ummu fakhri — June 9, 2010 @ 12:45 am | Reply

  6. dan saya belom bersuami..
    hihihi
    tapi emang suka sekali belajar menjadi calon istri yang sholeha..
    =P
    Thanks! good job!

    Comment by The Filledeseulepluie — June 18, 2010 @ 5:26 am | Reply

  7. Terima kasih…
    Saya jadi bisa mulai belajar seperti apa seharusnya Saya bersikap pada laki-laki yang akan menjadi suami Saya kelak…. ^_____^

    Comment by Nidia — July 7, 2010 @ 5:27 am | Reply

  8. makasih nasehatnya….
    bersyukur saya sempat membaca tulisan ini sblm memulai berumahtangga.
    it’s really useFULL!!!
    ^-^

    Comment by wiwit — July 23, 2010 @ 2:03 pm | Reply

  9. Subhanallah.. Semoga kelak setelah menikah sy mampu melaksanakan tugas seorang istri & patuh terhadap suami.. Amin

    Comment by sari — September 11, 2010 @ 12:34 pm | Reply

  10. Alhamdullilah saya telah menemukan posting ini dan telah membuka hati dan mata saya bagaimana seharusnya seorang istri mengurus suaminya. Selama ini saya selalu menyepelekan semua tapi insya’allah setelah membaca posting ini saya akan menjadi istri yang solehah di mata suami dan Allah. Amin

    Comment by Zavira — September 11, 2010 @ 1:37 pm | Reply

  11. Alhadulillah saya baru menyadari bahwa yang saya lakukan selama ini salah. Tapi apakah mungkin suami saya masih mau memberi kesempatan dari sekian kali untuk berubah menjadi istri yg baik untuk suami dan ibu untuk anak. tidak ada kata terlambat selama kita masih diberi kesempatan hidup berarti diberi kesempatan untuk berubah kearah yang lebih baik. insaallah dari artikel tsb saya mampu mewujudkan keluarga sakinah. amin

    Comment by wulan — September 22, 2010 @ 5:49 am | Reply

    • Alhamdulillah…amin mudah2n kita smua bs benar2 menjadi seorang istri yg terpilih dan ibu yg selalu drindukan…terimakasih postingannya…

      Comment by dian — November 4, 2010 @ 1:41 pm | Reply

      • amin….smoga menjadi keluarga yang sakinah ma wa da wa rohmah
        karna perceraian di benci sm allah

        Comment by abi — January 11, 2011 @ 8:25 am

  12. terima kasih saya menemukan tulisan ini..saya memang sedang butuh pencerahan mengenai tugas saya sebagai istri terhadap suami dan anak. kadanag saya merasa putus asa dan tidak pernah terbayang pernikahan saya seperti ini. selalu ribut dan bertengkar. semoga saya bisa menerapkan apa yg ada ditulisan ini dan semoga suami saya masih mau menerima saya dengan perubahan yang akan saya lakukan demi anak dan keluarga baru saya..amin

    Comment by achie — November 16, 2010 @ 2:13 am | Reply

  13. Alhamdulillah saya bisa menemukan tulisan ini…
    Insya Allah ini akan menjadi pembelajaran untuk saya menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak2 yang saya cintai…dan menjadi istri sholehah di mata suami dan Allah SWT… Amin

    Comment by Yosi — December 3, 2010 @ 6:22 am | Reply

  14. assalammu’alikum….baru pertama x saya membaca ini ternyata hasil sangat pas dengan ajaran2 serta hadisnya,mhn maaf bukan berarti suami itu egois ttpi kita harus sadar diri agr semua bisa menjalani dengan baik & dpt ridho allah…amin,ku ada pertanya @ apakah seorg istri pantas melarang suami u/ berkunjng krmh orng tuanya dan tidak percya sama alasan suami serta selalu curiga dalam hal apa pun,mngenai alasan istri bwt suami tidak masuk akal,saya tunggu jawaban dari pertanyaan saya,terimakasih asslmmkm.

    Comment by ajum — January 11, 2011 @ 8:14 am | Reply

  15. assalamu alaikum,,,terimakasih,,,, cerita ini sangat bermanfaat bagi kami,,, sy lebih dalam lagi bisa mengetahui bagaimana memperlakukan suami dengan lebih baik lagi,,,

    wassalam

    Comment by ulfa — January 27, 2011 @ 8:08 am | Reply

  16. subhanalloh insya Alloh saya akan seperti itu

    Comment by dede mariyah — February 10, 2011 @ 8:45 am | Reply

    • Amin Ya Rob,syurga di bawah tapak kaki ibu sangat pantas di dapatkan wanita itu melahirkan nilai-nilai syurgawi pada keturunan generasinya,wahai para suami dimanakah syurga untuk kita?Sebaik-baik perhiasan hanya Istri-istri sholeha….yang menjadikannya tiang negara yang baik….Maka tegakkanlah tiang-tiang itu….Pantas bukan wanita itu punya Syurga?….Suami pun berhak menegakkan tiang-tiang Syurga itu…..The Lord of Heaven….Sang Khalifah Cinta

      Comment by Sang Khalifah Cinta — June 25, 2011 @ 2:11 am | Reply

  17. Assalamualaikum.. InsyaAllah saya akan segera menikah… saya ingin menjadi istri solehah, pasti sulit sekali, Tapi demi Allah saya akan berusaha menjadi istri yang baik seperti artikel yang saya baca diatas… Semoga Allah SWT memudahkan.. Amin.

    Comment by diana yuri — May 20, 2011 @ 2:37 pm | Reply

  18. beauty devotion…….

    Comment by Dian Widaryono — July 5, 2011 @ 9:36 am | Reply

  19. mtrnwn

    Comment by Yuliati Eka — July 10, 2011 @ 7:24 am | Reply

  20. :D

    Comment by Dini Istiqomah — January 20, 2012 @ 9:58 am | Reply

  21. sangat bermanfaat sekali…….untuk belajar menjadi keluarga yg samara,

    Comment by Evy Dewi Cahyani — February 14, 2012 @ 9:32 am | Reply

  22. smg bermanfaat mjd kelg samara

    Comment by Evy Dewi Cahyani — February 14, 2012 @ 9:36 am | Reply

  23. terima kasih dengan tulisan ini sehingga istri saya sekarangpun lebih bisa menghormati saya sebagai suami.semoga kelak akan lebih bermanfaat bagi kaum hawa yang belum tahu.
    by. haris asegaf

    Comment by haris — July 10, 2012 @ 3:03 pm | Reply

  24. Assalamualaikum.
    Saya sudah menikah selama 4 thn. Bagaimana aturan dalam Islam, jika istri sudah menunjukkan kasih sayang thd suami&anak2nya, juga thd keluarga suami, serta melayani dengan ikhlas padahal istri juga bekerja. Namun perhatian dan tanggung jawab suami thd istri dan anak2 sangat kurang dibanding perhatiannya thd org tua,keponakan dan adik kakaknya. Ia lupa tanggung jawab utama sbg seorang suami dan seorang ayah. Perlakuannya antara rumah tangga dan keluarganya sangat tidak seimbang.
    Bagaimana sy harus tetap bersikap baik dan menumbuhkan cinta kasih sedangkan jika sy menunjukkan cinta ia tidak pernah membalas atau melakukan hal yg sama? Karena saat ini saya jd capek sudah berusaha mati2an menjalankan tugas istri sesuai syariat Islam namun suami sendiri tidak menjalankan tanggung jawabnya sbg seorang suami. Bagaimana aturan tsb diatur dalam Islam?

    Demikian, waalaikum salam.

    Comment by rdalt — November 2, 2012 @ 2:43 am | Reply

  25. Saya memiliki problem : Istri tidak sejalan dengan IBU saya. Tidak pernah berkeinginan untuk mengajak anak berkunjung ke Neneknya.

    Mohon solusi dan pencerahannya

    Comment by erricson — September 8, 2013 @ 3:49 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: