LaaTahzan

August 30, 2007

Seri keluarga : Tugas Istri

Filed under: Hikmah — laatahzan @ 10:18 am


Tugas Istri

1. Menjadi Pendamping Suami
Tugas istri adalah merawat dan mengurus suami. Itu bukanlah pekerjaan
yang mudah. Wanita yang tidak menyadari bagaimana melakukan peranan ini,
akan menemui kesulitan dalam melaksanakan tugasnya. Bagi seorang wanita
yang sadar; maka tugas mengurus suami memerlukan sedikit kebijaksanaan,
cara (metode), dan kesederhanaan. Untuk dapat menjadi istri yang
berhasil, seorang wanita harus mampu merebut hati suaminya dan menjadi
sumber kesenangan baginya. Ia harus mendorong suaminya untuk melakukan
perbuatan-perbuatan yang baik den menghindarkannya dari perbuatan dosa.
Ia juga harus memberikan takaran yang cukup untuk memelihara kesehatan
dan kesejahteraan suaminya. Hasil dan usaha-usahanya ini diarahkan
langsung untuk membuatnya menjadi suami yang baik dan terhormat yang
dapat menjadi pelindung keluarga yang sepantasnya, serta menjadi seorang
ayah yang membimbing dan dihormati oleh anak-anaknya. Allah yang Maha
Mengetahui telah mengaruniakan kepada wanita kekuatan yang lua r biasa.
Kemakmuran dan kebahagiaan dan juga penderitaan keluarga, semua berada
dalam genggamannya.

Seorang wanita dapat mengubah rumahnya menjadi surga yang agung atau
neraka yang menyala. Ia dapat mendorong suami ke puncak keberhasilan
atau menjerumuskannya kepada kesialan. Seorang wanita dengan kualitas
yang dikaruniakan oleh Allah kepadanya, yang sadar akan peranannya
sebagai istri, dapat meningkatkan kedudukan suaminya sebagai orang yang
terhormat sekalipun suaminya adalah laki-laki yang berkedudukan paling
rendah.

Seorang ulama terkenal menulis: “Wanita memiliki kekuatan yang aneh,
yaitu bila mereka menghendaki sesuatu mereka dapat memperolehnya. “
Dalam Islam, mengurus suami mempunyai posisi yang penting. Hal ini
telah disejajarkan dengan jihad (perang suci di jalan Allah). Imam Ali
a.s. menyatakan: “Jihad seorang wanita adalah mengurus suaminya dengan
baik”.

Bila kita mempertimbang- kan bahwa jihad adalah perjuangan dan perang
suci di jalan Allah termasuk juga pengembangan dan penghormatan terhadap
Islam, membela daerah kekuasaan Islam dan pelaksanaan keadilan sosial,
maka hal ini merupakan salah satu perbuatan menyembah Allah. Nilai dan
pelaksanaan tugas-tugas seorang istri yang baik juga direfleksikan
dengan jihad.

Rasulullah saw. bersabda: “Bila seorang wanita meninggal dunia dan
suaminya dalam keadaan senang kepadanya, maka ia masuk surga. Rasulullah
juga mengatakan: “Bila seorang wanita tidak melakukan tugasnya sebagai
istri, dia belum menjalankan tugasnya terhadap Allah”.

2. Mengungkapkan Rasa Cinta Kepada Suami
Semua orang haus akan persahabatan dan kebaikan hati. Mereka semua
ingin dicintai oleh orang lain. Hati manusia menginginkan yang demikian.
Seseorang yang tidak dicintai oleh orang lain merasa dirinya kesepian
dan terpencil.

Wahai kaum wanita !
Suami anda pun demikian. Dia juga membutuhkan cinta dan kasih sayang.
Sebelum kawin, cinta dan kasih sayang orangtuanya telah memenuhi
kebutuhan ini, tetapi kini dia mengharapkan andalah yang memenuhinya.
Laki-laki mencari istri untuk mendapatkan cinta dan persahabatan yang
merupakan kebutuhan manusia. Ia berjuang keras untuk mencari nafkah dan
menyenangkan anda. Dia berbagi segala kesulitan hidup dengan anda. Dan
karena pasangan sejati anda Iebih memikirkan tentang kebahagiaan anda
daripada orangtua anda, maka tunjukkanlah penghargaan anda kepadanya dan
cintailah dia, dia akan mencintai anda. Cinta adalah hubungan dua arah
yang mempersatukan dua hati.

Seorang pemuda berusia dua puluh tahun yang datang ke Teheran untuk
belajar di universitas, jatuh cinta dengan seorang janda berumur 39
tahun yang menjadi induk semangnya. Hal ini disebabkan karena wanita
tadi telah mengisi tempat ibunya yang kosong di hatinya dengan kasih
sayangnya.

Bila cinta terjadi secara timbal-balik, dasar-dasar perkawinan menjadi
kokoh dan perpisahan pun dapat dihindarkan. Jangan terlalu merasa bahwa
suami anda jatuh cinta kepada anda pada pandangan pertama, karena cinta
yang demikian itu tidak kekal. Cinta abadi terjadi karena kebaikan hati
dan kasih sayang yang tetap dalam bentuk persahabatan yang akrab.
Bila anda mencintai suami anda dan bersahabat dengannya, maka ia akan
bahagia dan mau berjuang dan mengorbankan dirinya demi kesejahteraan
anda. Seorang laki-laki yang merasakan cinta istrinya, jarang menderita
kesehatanyang kurang baik atau lekas marah. Bila seorang laki-laki
tidak mendapatkan cinta dan persahabatan yang hangat dari pasangannya,
ia dapat menjadi minder (rendah diri) dan segan untuk pulang. Mungkin
ia akan menghabiskan sebagian besar waktunya di luar rumah untuk mencari
kawan dan perhatian. Mungkin ia berkata pada dirinya sendiri: “Mengapa
aku harus bekerja untuk orang yang tidak menyukaiku ? Lebih baik aku
bersenang-senang sendiri dan berusaha mendapatkan teman yang sejati.”

Ada kemungkinan seorang wanita mencintai suaminya tetapi jarang
menunjukkan (mengekspresikan) -nya rasa cintanya itu. Ini tidak cukup
untuk memantapkan tali persahabatan dan hal seperti itu tidak
dibenarkan. Sesekali, ucapan-ucapan seperti “aku mencintaimu” , “aku
merindukanmu” , “aku senang berjumpa denganmu”, sangat membantu dalam
menciptakan persahabatan yang baik. Ketika suami sedang dalam
perjalanan, istri sebaiknya menulis surat bahwa ia merindukan suaminya.
Bila ada telepon di tempat kerja suami, istri dapat menelponnya
sesekali, tetapi tidak terus-menerus. Istri sebaiknya memberikan pujian
terhadap suaminya di hadapan teman-teman dan keluarga bila ia sedang
tidak berada di tempat itu dan membelanya bila seseorang berbicara tidak
baik mengenai dia.

Allah SWT berfirman mengenai ikatan cinta dan kasih sayang ini dalam
Al Qur’ an: Dan di antara tanda-tandaNya ialah Dia menciptakan untukmu
istri-istri dari jenismu, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar–benar terdapat tanda bagi
kaum yang berpikir. (QS 30:21)

Imam Ridha a.s. menyatakan : “Wanita yang menunjukkan rasa cinta dan
kasih sayangnya merupakan berkah bagi suaminya”.
Rasulullah SAW bersabda: “Wanita yang terbaik di antara kamu adalah
yang memiliki cinta dan kasih sayang”.

“Imam Shadiq a.s. mengatakan: “Bila kau mencintai seseorang, biarkan
ia mengetahuinya” .

3. Menjaga Kehormatan Suami
Keinginan untuk dihormati adalah sesuatu yang wajar tetapi tidak
setiap orang siap memberikannya. Suami anda berhubungan dengan banyak
orang selama seharian tidak di rumah. Mungkin beberapa di antara
orang-orang itu ada yang tidak berlaku sopan dan menyinggung perasaan
hingga membuatnya kecewa. Sebapi istrinya, anda diharapkan untuk
menunjukkan rasa hormat dan dorongan di rumah hiagga ia merasa harga
dirinya cukup tinggi.

Menghormati dan menghargai suami tidak akan membuat anda rendah,
tetapi ini akan memberikan tenaga dan dorongan untuk berjuang demi
mencapai kehidupan yang lebih baik.
Anda harus selalu menyambutnya, dan dengan sambutan anda itu ia akan
mendapatkan perasaan terhormat. Jangan memotongnya bila ia sedang
berbicara. Bila berbicara kepadanya, berlakulah sopan dan penuh hormat
dan jangan berteriak kepadanya. Biarkanlah ia masuk terlebih dahulu
bila anda berdua menghadiri pesta perkawinan, misalnya. Beritahukanlah
kepada anak-anak agar menghorrnatinya dan marahilah mereka bila berlaku
tidak sopan kepadanya. Hormatilah ia di hadapan para tamu dan
perhatikanlah kebutuhan-kebutuhan nya seperti tamu-tamu itu.

Bila ia mengetuk pintu, anda harus berusaha untuk membukakannya dengan
tersenyum dan air muka yang gembira. Hal yang kecil ini mempunyai
pengaruh besar dalam menyegarkan kembali pikiran suami yang lain.
Mungkin beberapa wanita akan berpikir dengan membayangkannya sebagai
orang asing. Ini bukanlah sikap yang benar karena laki-laki itu telah
berjuang sehari penuh demi kesejahteraan keluarganya dan ia butuh
penghormatan dan sambutan ketika tiba di rumah. Sambutan pertama itu
memberikan pengaruh besar dan apa yang baik untuk tamu baik pula untuk
anggota keluarga.

Rasulullah saw. bersabda: “Tugas seorang wanita adalah membukakan
pintu dan menyambut suaminya.”

Imam Shadiq a.s. mengatakan: “Seorang wanita yang menghormati suaminya
dan tidak merepotkannya akan beruntung dan menjadi makmur.”

Rasulullah saw. juga bersabda: “Seorang istri bertugas untuk
menyediakan sebuah baskom dan handuk untuk membasuh tangan suaminya.”
Berhati-hatilah agar tidak menghinanya, jangan berkata kasar
kepadanya, jangan menyalahinya, jangan mengabaikannya, dan jangan
memanggilnya dengan julukan yang tidak baik. Bila anda menyerangnya, ia
pun lalu akan menyakiti anda. Akhirnya rasa cinta dan percaya akan
rapuh. Kemudian anda akan terus menerus berkelahi dan berbantah-bantahan
yang akan menjurus kepada perceraian. Bahkan bila anda meneruskan untuk
hidup bersamanya, kehidupan anda berdua akan penuh berisi kekacauan.

Perasaan bermusuhan dan gangguan kejiwaan dapat berkem-bang terus hingga
ke suatu titik yang dapat membahayakan kehidupan pasangan tersebut yang
dapat menjurus kepada perbuatan jahat (kriminal).
Cerita berikut ini akan inenggambarkan beberapa di antara permasalahan
tersebut di atas:

Seorang laki-laki, berusia 22 tahun, menusuk istrinya yang berumur 19
tahun hingga menemui ajalnya setelah sang istri menyalahkannya. Di
pengadilan ia bercerita: “Saya menikah dengan wanita ini setahun yang
lalu. Pada awalnya, istri saya sangat mencintai saya, tetapi tak lama
kemudian dia berubah dan mulai menghina saya. Dia selalu menggunakan
kata-kata kotor kepada saya setiap ada kesempatan dan selalu
menertawakan karena hal-hal sepele. Karena mata saya juling, istri saya
pun selalu memanggil saya dengan sebutan ‘keledai buta’. Pada suatu
hari, ia memanggil saya dengan sebutan ‘keledai buta’, dan saya menjadi
sangat marah sehingga saya menusuknya sebanyak 15 kali dengan pisau.

4. Jangan Mengeluh dan Mengumbar Penderitaan Sembarangan
Tak ada seorang pun yang tidak mempunyai persoalan dan penderitaan
yang berkenaan dengan kehidupan sehari-hari. Siapa pun ingin mempunyai
teman yang penuh perhatian tempat ia mengadu dan mau mendengarkan
persoalan-persoalan nya. Tetapi yang harus diingat adalah bahwa “segala
sesuatu itu ada tempat dan waktunya sendiri-sendiri. Orang harus
menyadari waktu dan kesempatan yang tepat untuk mengeluh. Ada wanita
yang tidak peduli bahwa suaminya sedang dalam keadaan lelah dan letih

Setelah bekerja sepanjang hari. Ia bukannya menunggu satu atan dua jam
agar suaminya segar kembali, tapi bahkan menyerangnya dengan serentetan
keluhan.

Sebagai contoh, sang istri mungkin berkata:
Kau meninggalkan aku dengan anak-anak yang nakal-nakal ini lalu pergi.
Ahmad memecahkan gelas di muka pintu ruang depan, anak perempuan kita
berkelahi, rasanya aku akan nenjadi gila dengan suara anak-anak di luar.
Rasanya tidak mau belajar sama sekali dan ia mendapat nilai-nilai yang
jelek. Aku telab bekerja berat sehari ini. Aku lelah sekali. Tak seorang
pun mau mendengar teriakan–teriakank u. Anak-anak ini tidak mau membantu
mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Kalau saja aku tak mempunyai seorang
anak pun ! Omong-kosong dengan sandara perempuanmu yang datang lagi
untuk membantuku. Aku tak tahu apa yang terjadi dengannya. Dia
berkelakuan seolah-olah aku telah menelan uang peninggalan ayahnya.

Mudah-mudahan Tuhan menyelamatkan aku dari ibumu ! Ia telah
menjelek-jelekkan aku di belakangku. Aku sudah kenyang dengan mereka
semua. Selain itu tadi, jariku teriris. Aduh sakitnya!
Sayang sekali, aku pergi ke pesta perkawinan Muhammad, kemarin. Pasti
kau melihat istri Rashid. Betapa cantiknya ! Seharusnya Allah
menganugerahkan nasib yang sama kepadaku. Memang ada pria-pria yang
begitu mencintai istrinya. Mereka membelikan istrinya barang-barang yang
indah-indah. Mereka adalah suami yang sejati. Ketika Rashid memasuki
ruangan, semua orang menghormatinya. Memang benar orang hanya tertarik
kepada orang lain dari pakaian luarnya saja. Apa sih yang dimilikinya
yang tidak kumiliki ? Mengapa ia pamer di hadapanku? Oh ya, ia beruntung
mempunyai suami yang mencintainya, ia tidak seperti aku!

Aku tak tahan lagi tinggal di rumah ini, mengurus kau dan anak-anakmu.
Lakukan saja apa yang kan sukai.
Sikap yang demikian ini tidak benar. Wanita semacam itu tentu berpikir
bahwa suaminya pergi pesi’ar atau bersenang-senang setiap han. Kaum
laki-laki menjumpai beratus-ratus persoalan setiap hari. Ibu yang baik !
Anda tidak tahu apa yang dikerjakan suami anda bila ia sedang bekerja.
Anda tidak mengerti orang-orang kasar dan licik macam apa yang ia jumpai
sepanjang hari. Maka bila ia pulang, anda selayaknya tidak boleh
menyuguhkan semua keluhan anda pada waktu yang sama. Jangan sampai ja
merasa bersalah sebagai seorang pria. Berlaku baik dan bijaksanalah
kepadanya. Bila anda menambah kecemasannya dengan mengomel dan
merengek-rengek, maka ia akan memulai percekcokan atau pergi begitu saja
meninggalkan rumah ke tempat hiburan, bioskop atau bahkan mondar-mandir
di jalanan.

Karena itu, ibu yang baik !
Demi Allah, hentikanlah kebiasaan mengeluh dalam waktu yang tidak
tepat itu. Carilah saat yang tepat dan kemudian ceritakanlah masalah
anda yang sebenar-benarnya, tidak dengan mengeluh tetapi dengan cara
meminta bantuan pemecahan. Dengan cara ini anda tidak menciptakan
perasaan bermusuhan dalam dirinya dan ikatan keluarga tetap aman.
Rasulullah saw. bersabda: “Shalat seorang wanita yang mengganggu
suaminya dengan lidahnya, tidak diterima oleh Allah, walaupun dia
berpuasa setiap han, bangun untuk melakukan shalat di waktu malam,
membebaskan beberapa budak dan membelanjakan uangnya di jalan Allah.
Wanita dengan lidah busuk yang mengganggu suaminya dengan cara seperti
ini adalah orang pertama yang akan memasuki neraka.”

Duhai Ibu yang baik !
Bila anda menyayangi suami dan anak-anak anda, maka anda harus
menghentikan sikap yang tidak pantas dan tidak masuk akal ini.
Apakah anda pernah berpikir bahwa kelakukan anda yang salah ini akan
mengakibatkan pecahnya kehidupan keluarga anda ?
Seorang dokter memberikan kesaksiannya di pengadilan:
Saya belum pernah melihat istri saya berkelakuan seperti Iayaknya
searang istri selama kami menikah. Rumah kami selalu berantakan. Dia
selalu berteriak-teriak dan marah-marah. Saya tak tahan hidup dengannya.
Setelah saya memberinya uang saya menceraikannya. Dokter itu berkata
dengan gembira : “Bila dia menginginkan dan meminta semua kekayaan saya
dan bahkan titel saya sebagai dokter, saya akan memberikannya asalkan
bisa lebih cepat berpisah dengannya.”

5. Bersikaplah Yang Menyenangkan
Seseorang yang memiliki sifat-sifat yang baik dengan sikap yang
menyenangkan juga tetap akan menghadapi kesulitan dan permasalah hidup
yang sama. Namun inilah jenis kepribadian yang menarik yang dicari
orang. Sikap dan sifat seseorang yang menyenangkan akan membuatnya kebal
terhadap kekacauan jiwa karena sikap hidup mereka adalah mengatasi
kesulitan dengan cara yang terbaik dan layak.

Imam Shadiq a.s. mengatakan: “Tak ada hidup yang lebih enak daripada
yang menyenangkan. “
Tetapi sebaliknya, seseorang yang memiliki sifat-sifat jelek akan
mendapati hidup ini tidak menyenangkan karena hubungan orang-orang
semacam ini menimbulkan kecemasan dan ketidakbahagiaan hidupnya. Sikap
semacam ini dihindari oleh kebanyakan orang karena akan mengakibatkan
semuanya berakhir dengan hanya sedikit teman yang tersisa. Kemudian ini
semua menjadi suatu keadaan yang diikuti oleh masalah-masalah psikologis
dan penyakit-penyakit lain yang disebabkan oleh kecemasan dan kekosongan
yang membuatnya bersikap tidak baik terhadap hidup.

Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang memilih sikap dan sifat jelek
akan selalu mendapatkan permusuhan dan penderitaan. “
Sikap yang baik dan menyenangkan merupakan sesuatu yang penting di
kalangan semua orang pada umumnya dan di kalangan pasangan khususnya
karena pasangan harus hidup bersama dan membangun kehidupan yang saling
berhubungan.

Ibu yang baik !
Bila anda ingin menikmati kehidupan yang menyenangkan bersama suami
dan anak-anak, jadikanlah sikap anda menyenangkan dan dapat diterima.
Bersifat baik dan tidak selalu bertengkar. Anda mampu menjadikan rumah
anda sebagai surga yang agung ataupun neraka yang menyala. Anda bisa
men-jadi bidadari yang penuh kasih di mana anak-anak dan suami akan
mendapatkan kedamaian pada diri anda. Tahukah anda betapa indahnya kesan
yang anda tinggalkan di dalam hati mereka lewat senyum yang manis dan
bahasa yang halus. Kesan yang menyenangkan itu selalu segar da!am
ingatan mereka ketika mereka berangkat bekerja atau ke sekolah dan
membantu mereka untuk memulai hari yang indah.

Karena itu, bila anda menyayangi kualitas kehidupan anda dan hubungan
anda dengan suami, jangan bersikap tidak baik. Bersikap baiklah, karena
pilar pendukung yang utama untuk keamanan perkawinan adalah etika yang
diatur dengan baik yang menjurus kepada sikap yang menyenangkan.
Kebanyakan perceraian yang terjadi disebabkan karena perbedaan sifat
antara suami istri. Dari data statatistik dapat disimpulkan bahwa pada
pasangan-pasangan yang melakukan perceraian tidak terdapat adanya
kesamaan dalam sikap, nilai-nilai moral, dan watak. Sumber utama
percekcokan dan pertengkaran keluarga adalah perbedaan watak dan
nilai-nilai dan prinsip–prinsip etika.

Seorang wanita mengeluh di pengadilan bahwa suaminya selalu makan
siang dan makan malam di luar. Lalu suaminya menjelaskan bahwa alasan
mengapa Ia selalu makan di luar adalah karena sang istri sama sekali
tidak menimbulkan keinginan untuk makan dan bahwa ia adalah wanita yang
berwatak paling jelek di dunia. Tiba-tiba sang istri bangkit dan mulai
memukuli suaminya di hadapan para jaksa. Wanita bodoh itu berpikir bahwa
dengan mengeluh, menyakiti dan memukuli suaminya ia dapat membawanya
pulang ke rumah kembali. Namun, Ia tidak menggunakan cara yang sederhana
dan cerdas yaitu dengan lebih berhati-hati dan mencari cara yang Iebih
wajar.

Wanita lain melaporkan kepada pengadilan bahwa suaminya sudah tidak
pernah berbicara kepadanya selama 15 bulan dan bahwa ia memberikan
belanja rumah tangganya melalui ibunya. Suaminya menjawab bahwa ia
sudah cukup menahan watak istrinya yang jelek itu yang membuatnya
memutuskan untuk tidak berbicara kepadanya selama 15 bulan.
Kebanyakan pertengkaran keluarga dapat diatasi dengan ke-balkan hati,
kasih sayang dan watak yang baik. Bila suami anda tidak baik hati, bila
ia pergi makan malam sendiri, bila ia suka menyakiti,
menghambur-hamburka n semua kekayaannya, mengatakan hal-hal tentang
perpisahan dan perceraian atau sejumlah penyebab pertengkaran keluarga,
hanya ada satu jalan untuk mengatasinya. Caranya adalah dengan berbaik
hati dan bersikap baik. Hasil daripada perbuatan ini menakjubkan.

Imam Shadiq a.s. mengatakan: “Allah SWT akan mengganjar orang yang
berwatak seperti orang-orang yang berjihad. Ia akan mengaruniakan
berkahNya kepada orang itu siang dan malam.”

Imam Shadiq a.s. mengatakan: “Wanita yang mengganggu dan membuat
suaminya cemas, dijauhkan dari berkah Allah, dan wanita yang menghormati
suaminya, patuh dan tidak membuatnya menderita, akan mendapat berkah dan
kemakmuran.”

Ada suatu hadis yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad saw. Diberitahu
tentang adanya seorang wanita yang berpuasa setiap hari, dan melakukan
shalat di waktu malam, tetapi ia mempunyai watak yang jelek dan selalu
menyakiti tetangganya dengan lidahnya yang tajam. Nabi menjawab: “Tidak
ada kebaikan padanya dan ia adalah penghuni neraka.”

Akhir kata, semoga bermanfaat,

Seri keluarga : Tugas Suami

Filed under: Hikmah — laatahzan @ 10:17 am


Berikut ini kutipan dari buku berjudul “Bimbingan Islam untuk Kehidupan Suami Istri”
karangan Ibrahim Amini yang diterbitkan oleh Penerbit Al-Bayan (Mizan).
Buku ini merupakan terjemahan dari “Principles of Marriage Family Ethics”,
Islamic Propagation Organization, Arab Saudi

Semoga menjadi kelarga yang Sakinah Mawadah setelah merenungkan artikel ini Amin 3X

Tugas Suami

1. Pelindung Keluarga

Pria dan wanita adalah pilar-pilar utama pendukung sebuah keluarga.
Tetapi, karena laki-laki dikaruniai suatu keistimewaan oleh Sang Maha
Pencipta, dan karena kekuatan pikiran mereka lebih kuat daripada wanita,
mereka dijadikan pelindung keluarga.

Allah Yang Mahakuasa menjadikan laki-laki sebagai pelindung keluarga
dan menyatakan dalam Kitab Suci Al-Quran : Kaum pria adalah pemimpin
bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka
(pria) lebih dari sebagian yang lain (wanita)…. (QS 4:34).

Karena itu, pria mempunyai tanggung jawab yang lebih besar dan lebih
sulit dalam menanggung keluarganya. Kaum prialah yang, dengan
kebijaksanaanya, dapat menanggung keluarganya dan mempersiapkan
segalanya demi kebahagiaan keluarganya dan ialah yang dapat mengubah
rumahnya menjadi surga dan istrinya sebagai bidadarinya.

Seorang pria yang bertanggung jawab terhadap istrinya harus mengetahui
bahwa wanita juga manusia seperti laiknya pria. Mengawini wanita tidak
sama dengan mengupah seorang pembantu; tetapi hal itu merupakan
pemilihan sebagai pasangan dan teman yang dapat diajak untuk hidup
bersama sepanjang waktu yang tersisa dalam hidup ini. Pria harus
memperhatikan dirinya serta keinginan-keinginan nya; pria bukan pemilik
istrinya dan sebenarnya wanita mempunyai hak-hak tertentu terhadap
suaminya.

Allah SWT menyatakan dalam Kitab Suci Al-Quran: Dan para wanita
mempunyat hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang
makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkat kelebihan
daripada istrinya… (QS 2:228)

2. Merawat Istri
Rahasia kesejahteraan keluarga adalah bagaimana seorang suami merawat
istrinya, dan ini – seperti juga tugas seorang wanita terhadap suaminya
yang disamakan dengan jihad – dianggap sebagai perbuatan seorang pria
yang terbaik dan sangat berharga. Tetapi pria yang sudah menikah harus
mempelajari bagaimana memperlakukan istrinya hingga sang istri berubah
bagaikan bidadari.

Untuk itu, seorang pria harus memahami tingkah Iaku istrinya dan
tentang keinginan-keinginan nya. Ia harus mengatur cara hidupnya sesuai
dengan keinginan-keinginan istrinya dan hak–haknya yang sah. Ia, lewat
sifat dan sikapnya, dapat mempengaruhi istrinya dengan suatu cara yang
menarik dalam diri dan rumah tangganya.

3. Cintailah Istri Anda
Seorang wanita adalah pusat segala kebaikan yang dikuasai penuh oleh
perasaan. Keberadaannya tergantung pada cinta dan kasih sayang. Ia ingin
dicintai oleh orang lain dan makin banyak yang mencintai makin baik. Ia
sangat mengorbankan dirinya agar disukai. Sifat ini sangat kuat dalam
diri wanita sehingga bila ia menyadari bahwa tak seorang pun
mencintainya, ia akan menganggap dirinya gagal. Ia akan kecewa terhadap
dirinya dan merasa terbuang. Karena itu, pasti orang dapat menyatakan
bahwa rahasia pria yang berhasil dalam kehidupan perkawinannya adalah
pengungkapan rasa cintanya kepada dirinya.
Bapak-bapak yang kami hormati !

Istri anda, sebelum menikah dengan anda sangat menikmati cinta dan
kasih sayang orang-tuanya. Kini, setelah ia menyetujui perkawinan dengan
anda, setelah ia memilih untuk hidup bersama anda, ia mengharapkan anda
untuk memenuhi keinginan-keinginan nya dalam cinta dan kasih sayang. Ia
mengharapkan anda untuk menunjukkan cinta yang Iebih daripada yang
diterimanya dari orangtua dan sahabat-sahabatnya. Ia telah begitu
mempercayai anda dan itulah sebabnya maka ia mempercayai anda dengan
segala keberadaannya.

Rahasia perkawinan yang bahagia adalah pengungkapan cinta kepada istri
anda. Bila anda ingin mendapatkan hatinya, bila anda ingin agar ia
mematuhi permintaan-perminta an anda, bila anda ingin memperkuat tali
perkawinan anda, buatlah agar ia mencintai anda, atau selalu setia
kepada anda, atau …,maka anda harus selalu menunjukkan kasih sayang
dan mengungkapkan cinta anda kepadanya.

Bila anda tidak memberikan kasih sayang anda kepada istri, maka ia
akan kehilangan daya tarik kepada rumahnya, anak-anaknya dan di atas
semua itu, kepada anda. Rumah anda akan selalu dalam keadaan berantakan.
Ia tidak akan sudi melakukan usaha untuk seseorang yang tidak
dicintainya.

Sebuah rumah tanpa kasih sayang akan mirip dengan neraka yang menyala,
walaupun rumah itu tampak sangat rapi dan penuh dengan barang-barang.
Istri anda mungkin akan menjadi sakit atau mengalami kekacauan mental.
Ia mungkin akan mencari kesenangan dengan orang lain bila anda tidak
memberinya kepuasan. Ia mungkin akan bersikap dingin terhadap anda dan
rumah tangga sehingga ia akan menghendaki perceraian. Andalah yang
bertanggungjawab terhadap semua ini karena anda telah gagal untuk
memuaskannya. Memang benar, bahwa tahap-tahap perceraian terjadi karena
sikap-sikap yang tidak ramah.

Persahabatan dan cinta dalam keluarga lebih berharga daripada apa pun
dan karena itulah Allah telah menjadikannya tanda-tanda kekuasaan dan
berkah yang luar biasa yang telah dikaruniakan kepada manusia. Al-Quran
menyatakan : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia
mencip-takan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu
cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu
rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berpikir (QS 30:21)

Imam Shadiq a.s. menegaskan: “Barangsiapa yang menjadi sahabat kami,
akan lebih mengungkapkan kebaikan hatinya kepada pasangannya.
Rasulullah saw. menyatakan: “Makin setia seseorang kepada pasangannya
semakin banyak kebaikan hati yang diungkapkannya.
Imam Shadiq a.s. mengatakan: “Salah satu sifat-sifat nabi Allah adalah
bahwa mereka semua baik kepada istri-istri mereka.
Rasulullah saw. mengatakan: “Kata-kata seorang pria yang ditujukan
kepada istrinya: ‘Aku sangat mencintaimu’ tak akan pernah lepas dari
hati istrinya.

Cinta dan kasih sayang tentu saja harus tulus agar dapat mencapai hati
seseorang, itu pun belum cukup karena mengungkapkan rasa sayang itu
adalah penting. Dengan menunjukkan perasaan anda lewat kata-kata dan
perbuatan, maka cinta anda akan dibalas dan hati anda pun akan
mempererat ikatan cinta itu. Berterus-teranglah dan jangan segan-segan
mengungkapkan rasa cinta kepada istri anda. Baik di belakangnya maupun
di hadapannya anda harus memberikan pujian kepadanya. Kirimilah surat
kepadanya ketika anda sedang keluar kota dan katakan bahwa anda
merindukannya. Sekali-sekali belilah sesuatu untuknya. TeIeponlah ia
ketika anda sedang bekerja dan tanyakan bagaimana keadaannya.
Salah satu hal.penting dalam pikiran seorang wanita adalah kata-kata
pengungkapan cinta semacam ini.

4. Hormatilah Istri Anda
Seorang wanita bangga akan. dirinya seperti juga seorang pria. Ia
ingin dihormati oleh orang lain. Ia akan tersinggung bila ia dihina atau
diremehkan. Ia merasa senang bila dihormati dan akan merasa benci
dengan orang-orang yang menghinakannya

Bapak-Bapak!
Istri anda pasti mengharapkan agar anda lebih menghormatinya daripada
orang lain. Ia sangat berhak untuk mengharapkan pasangan hidupnya dan
sahabat terbaiknya untuk merawatnya. Ia bekerja demi kesenangan anda dan
anak-anak dan karena itulah ia mengharapkan anda untuk menghargai dan
menghormatinya. Menghormatinya tidak akan membuat anda rendah tetapi
sebenarnya ini justru akan membuktikan cinta dan kasih sayang anda
kepadanya. Karena itu, hormatilah ia Iebih daripada orang lain dan
berkatalah dengan sopan kepadanya. Jangan memotong pembicaraannya atau
berteriak kepadanya. Panggillah ia dengan nama yang terhormat dan baik.
Tunjukkan rasa hormat anda bila ia hendak duduk. Bila anda memasuki
rumah dan ia lupa mengucapkan salam, maka ucapkanlah salam kepadanya.
Katakan “selamat tinggal” bila anda pergi. Jangan putus hubungan
dengannya bila anda bepergian atau berada jauh dan rumah. Berkirim
suratlah kepadanya.

Tunjukkanlah rasa hormat anda kepadanya bila anda berdua menghadiri
suatu pertemuan. Bersungguh-sungguhl ah dalam menghindari segala jenis
penghinaan dan hal-hal yang menyinggung perasaan. Jangan menyalahkan
atau – secara bercanda – mengganggunya. Jangan berpikir bahwa karena
anda berdua ter-lalu akrab dengannya maka ia tidak keberatan anda
memperolok-oloknya. Sebaliknya, ia akan membenci sikap yang demikian itu
tetapi tidak mau mengungkapkannya.

Seorang wanita bangsawan, yang berusia sekitar 35 tahun, mengatakan
tentang permintaan cerainya: ‘Sudah 12 tahun saya menikah. Suami saya
adalah orang baik-baik dan banyak sifat baik dan terpuji dalam dirinya.
Tetapi ia tidak pernah mau menyadari bahwa saya adalah istrinya dan ibu
dari kedua orang anaknya. Ia pikir ia adalah orang yang disukai dalam
perkumpulan- perkumpulan, tetapi ia selalu mengadakan pertunjukan dengan
cara menggoda saya dan menghina saya. Anda mungkin tidak percaya sampai
di mana saya telah dihinanya. Jiwa saya telah banyak terganggu hingga
saya pergi kepada seorang psikiater untuk dirawat. Saya telah
membicarakannya kepada suami saya berkali-kali. Saya telah memohon
kepadanya untuk tidak memperlakukan saya dengan cara begitu. Saya telah
mengingatkannya bahwa saya adalah istrinya, dan membicarakan umur saya
serta bercanda mengenai diri saya di hadapan khalayak ramai sehingga
mereka tertawa dan bersenang-senang adalah hal yang tidak layak. Saya
merasa malu di depan orang banyak karena saya bukan orang yang pandai
melucu. Saya tidak dapat mengikutinya. Karena permohonan saya tidak
diterima oleh suami saya, maka saya memilih untuk berpisah dengannya.
Saya mengerti bahwa saya tidak akan berbahagia hidup sendiri, tetapi
saya tidak dapat hidup dengan seseorang yang terus menerus menghina
saya.

Semua wanita mengharapkan suaminya untuk menghormati mereka dan mereka
semua tidak suka dihina. Bila seorang wanita tetap diam setelah dihina
oleh suami mereka, ini bukan berarti mereka suka. Bila anda menghormati
istri anda, ia akan melakukan hal yang sama terhadap anda, dan karenanya
hubungan anda akan makin erat. Anda pun akan dihormati oleh orang lain.
Bila anda memperlakukannya secara salah dan ia merasa sakit hati, maka
sekali lagi ini adalah kesalahan anda.

Duhai Bapak yang baik!
Menikah tidak sama dengan mempunyai budak. Anda tidak dapat
memperlakukan orang yang merdeka sebagai budak. Istri anda telah menikah
dengan anda dengan tujuan untuk hidup bersama anda dan untuk berbagi
dalam kehidupan dengan laki-laki yang dicintainya. Ia mengharapkan hal
yang sama dan anda seperti anda mengharapkan darinya. Karena itu,
perlakukanlah ia dengan cara yang anda pun menyukainya.

Imam Shadiq a.s., mengutip kata-kata ayahnya, mengatakan: “Barangsiapa
melakukan pernikahan, maka ia harus menghormati istrinya.”
Rasulullah saw. mengatakan: “Barangsiapa menghormati seorang Muslim
maka Allah akan memberikan kepadanya kehormatan diri.”
Rasulullah juga menegaskan: “Tidak ada orang yang meng-hormati wanita
kecuali orang-orang yang murah hati, dan tidak ada orang yang akan
menghinanya kecuali orang-orang yang tidak menghormati. ” Sebagai
tambahan Rasulullah mengatakan: “Barangsiapa menghina keluarganya, maka
ia akan kehilangan kebahagiaan dalam kehidupannya.

5. Berlakulah Baik Terhadap Istri Anda
Dunia mengambil jalan sesuai dengan pola yang teratur. Banyak kejadian
terjadi dan bermunculan satu demi satu. Keberadaan kita di dunia yang
luas ini bagaikan partikel-partikel kecil yang bergerak dan menempel
pada partikel lain di setiap waktu. Lajunya dunia ini tidak berada di
tangan kita, dan kejadian-kejadian yang timbul tidak terjadi karena
keinginan kita. Sejak saat pertama orang melangkahkan kaki keluar dari
rumah pada pagi hari, sampai pada waktu ia pulang ke rumah di sore hari,
orang mungkin saja menjumpai beratus-ratus keadaan yang tak
menyenangkan.

Orang menjumpai banyak kesulitan besar di arena hidup ini. Mungkin
anda dihina oleh orang lain, bertemu seorang teman yang tidak ramah,
harus menunggu bis terlalu lama, atau telah dituduh melakukan sesuatu di
tempat kerja. Kehilangan uang, dirampok, atau telah menjumpai hal-hal
lain semacam itu yang dapat terjadi pada siapa saja, di mana saja.
Mungkin anda akan sangat marah dengan kejadian-kejadian yang terjadi
dalam hidup anda yang membuat anda mirip dengan bom waktu yang dapat
meledak kapan saja.

Baik, mungkin anda berpikir bahwa anda tidak dapat menyalahkan orang
lain atau dunia untuk kekecewaan anda, maka ketika pulang ke rumah, anda
mengarahkan kemarahan anda kepada istri dan anak-anak. Anda memasuki
rumah dan seakan-akan Izrail (malaikat pencabut nyawa) telah pulang.
Anak-anak menepis bagaikan tikus-tikus di hadapan anda. Tuhan melarang
anda untuk mencari-cari kesalahan ! Mungkin makanan terlalu asin atau
hambar, teh anda belum siap, rumah mungkin dalam keadaan berantakan atau
anak-anak ribut, dan ini memberikan alasan yang tepat bagi anda untuk
marah-marah di rumah anda sendiri.

Anda kemudian naik pitam dan berteriak kepada semua orang, menyakiti
mereka, memukul dan sebagainya. Kemudian anda akan mengubah rumah yang
penuh dengan cinta dan persahabatan itu menjadi neraka di mana anda dan
seluruh keluarga harus menderita.

Bila anak-anak dapat berlari dari rumah ke jalan, mereka akan
melakukannya; dan bila tidak, mereka akan menghitung detik-detik sampai
anda keluar dan rumah.
Sangat jelas, betapa menakutkan dan apatisnya keadaan yang tampak
sekali di dalam rumah semacam itu. Selalu saja ada percekcokan dan
perbantahan. Rumah selalu dalam keadaan berantakan, istri benci melihat
wajah suaminya.

Bagaimana seorang wanita dapat hidup bahagia dengan laki-laki pemarah
yang selalu bermuka masam itu ? Yang paling buruk adalah keadaan
anak-anak yang harus tumbuh di dalam lingkungan semacam itu.
Pertengkaran keluarganya pasti akan meninggalkan bekas luka di dalam
hati dan jiwa mereka yang sangat peka. Anak-anak yang mengalami
kesulitan semacam ini cenderung akan menjadi orang agresif, pemarah,
tertekan dan putus asa bila mereka dewasa nanti. Mereka akan merasa
sedih sekali bila keluarganya tersesat. Mereka mungkin akan masuk ke
dalam perangkap orang-orang yang menyeleweng dan melakukan kriminalitas
dalam segala bentuk. Mereka mungkin akan menjadi bingung dan terganggu
jiwanya sehingga dapat membahayakan jiwa orang lain atau melakukan bunuh
diri.

Para pembaca disarankan untuk mengadakan penyelidikan di bidang
kriminalitas. Statistik dan harian yang memberitakan masalah-masalah
kriminil semua mengungkapkan kenyataan ini. Tanggung jawab dari semua
ini terletak pada pemimpin keluarga yang tidak
dapat mengendalikan amarahnya dan telah salah dalam memperlakukan
keluarganya. Orang semacam itu tidak akan mendapatkan kedamaian di dunia
dan di akhirat nanti.

Bapak yang baik !
Kita tidak berada pada suatu posisi di mana kita dapat mengendalikan
kejadian-kejadian dunia. Kecelakaan, kesulitan dan kejadian-kejadian
yang menimbulkan penderitaan semuanya tidak dapat dipisahkan dengan
kehidupan ini. Setiap orang akan mengalami kesulitan pada waktu-waktu
yang berbeda. Sebenarnya, orang akan mencapai kematangan pribadi lewat
kesulitan-kesulitan . Orang harus menghadapinya dengan kekuatan dan harus
mencoba untuk mencari pemecahannya. Manusia mempunyai kemampuan untuk
menghadapi ratusan kesulitan baik yang kecil maupun yang besar dan tidak
boleh menyerah dan menganggapnya bernasib buruk.
Kejadian-kejadian dunia bukanlah satu-satunya alasan untuk marah,
tetapi sebenarnya sistem saraf kitalah yang terserang oleh
kejadian-kejadian semacam itu dan menyebabkan kita mengalami hal-hal
yang tidak menyenangkan. Karena, itu bila seseorang dapat mengendalikan
dirinya ketika dihadapkan dengan kesulitan hidup, maka orang tidak akan
merasa tersinggung atau marah.

Misalnya, anda dihadapkan oleh kejadian yang tidak menyenangkan.
Kejadian ini mungkin merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan
kehidupan di mana kita tidak dapat ikut campur, atau kita mampu
mempercayai keputusan itu sendiri.
Jelas, dalam kasus pertama, perasaan tersinggung kita tidak akan
membantu sama sekali. Kita bersalah bila menjadi marah atau naik pitam.
Kita harus ingat bahwa kita tidak bertanggung jawab atas terjadinya
kejadian itu dan bahkan mencoba menyambutnya dengan wajah tersenyum.
Tetapi bila pengalaman buruk kita adalah dari jenis yang kedua, maka
kita dapat mencari pemecahannya.

Bila kita tidak putus asa dalam menghadapi kesulitan-kesulitan dan
mencoba mengendalikan diri kita, tentunya kita secara bijaksana dapat
mengatasi kesulitan itu. Dalam hal ini kita tidak akan marah dengan
sendirinya yang akan menambah kesulitan. Karena itu, orang yang
bijaksana tidak akan terpengaruh dengan kesulitan-kesulitan .
Kita mempunyai kemampuan untuk mengatasi semua kesulitan lewat
kesabaran dan kebijaksanaan. Apakah tidak patut disayangkan bila kita
kehilangan kendali karena kejadian yang tidak dapat kita elakkan dalam
kehidupan ?

Lebih lagi, mengapa anda harus menyalahkan istri dan anak-anak karena
nasib yang tidak baik ini?
Istri anda mengerjakan tugasnya. Ia harus merawat rumah dan anak-anak.
Ia harus mencuci, menyetrika, masak dan membersihkan rumah, dan
lain-lain. Anda harus mendorongnya dengan memperlakukannya secara benar.
Anak-anak juga melakukan tugas mereka. Mereka pun menunggu ayah mereka
untuk membuat mereka bahagia. Ajarkan hal-hal yang benar kepada mereka
dan doronglah mereka dalam belajar.

Apakah adil bila anda menghadapi keluarga anda dengan bermuka masam
dan bersikap marah?
Mereka mengharapkan anda untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka
agar menjadi hak mereka. Mereka mengharapkan kebaikan dari anda dan
menginginkan anda untuk bercakap-cakap dengan lembut kepada mereka dan
berkelakuan menyenangkan. Mereka akan membenci anda karena menyakiti
hati mereka dan mengubah rumah menjadi tempat yang gelap di mana tak ada
secercah kebahagiaan di dalamnya.

Tahukah anda sampai di mana mereka akan menderita karena sikap anda
yang kasar dan tidak menyenangkan?
Walaupun anda tidak bersungguh-sungguh terhadap keluarga anda, paling
sedikit kasihanilah diri anda sendiri. Anda harus yakin bahwa kesehatan
anda akan hancur karena sifat pemarah.

Bagaimana anda dapat terus bekerja dan berhasil mencapal sesuatu?
Mengapa anda harus mengubah rumah anda menjadi neraka ?
Apakah tidak lebih baik bila anda selalu gembira dan menghadapi
kesulitan dengan kebijaksanaan dan bukan dengan amarah?
Apakah tidak lebih baik anda percaya bahwa marah tidak akan
menyelesaikan persoalan tetapi bahkan akan menambah-nambah persoalan.

Apakah anda tidak setuju bahwa, ketika berada di rumah, anda harus
beristirahat dan memulihkan kekuatan supaya mendapatkan pemecahan yang
sesuai untuk persoalan anda dengan pikiran yang jernih? Anda harus
menjumpai keluarga anda dengan wajah tersenyum. Anda sebaiknya bergurau
dengan mereka dengan cara yang baik dan mencoba menciptakan suasana
bahagia di rumah. Anda sebaiknya makan dan minum bersama mereka dan
beristirahat. Dengan demikian anda dan keluarga akan menikmati hidup ini
dan akan mengatasi persoalan anda dengan mudah.

Itulah sebabnya agama Islam yang suci menganggap kelakuan baik sebagai
sebagian dari agama dan tanda keimanan yang paling tinggi. Rasulullah
SAW. mengatakan: “Barangsiapa yang Iebih baik kelakuannya, maka ia lebih
sempurna imannya. Yang terbaik di antara kamu adalah yang berbuat baik
kepada keluarganya. “
Rasulullah SAW juga menegaskan: “Tak ada perbuatan yang lebih baik
daripada kelakuan yang baik.”

6. Keluhan Yang Tidak Perlu
Persoalan hidup ini begitu banyak. Tak ada orang yang merasakan
kebahagiaan secara sempurna, tetapi ada orang-orang yang lebih sabar
daripada orang lain. Mereka merekam persoalan-persoalan mereka di dalam
pikiran mereka dan tidak mengungkapkannya kecuali bila ada alasan untuk
itu.

Di lain sisi, ada orang yang begitu lemah sehingga tidak dapat
menyimpan persoalan di dalam hati mereka.
Mereka begitu terbiasa mengeluh sehingga begitu mereka bertemu
seseorang, mereka mulai mengeluh. Ke mana pun mereka pergi dan di mana
pun mereka, mereka mengeluh tentang kejadian sehari-hari yang terjadi
dalam hidup mereka. Mereka seolah-olah diutus oleh setan untuk merusak
kebahagiaan orang lain. Itulah sebabnya banyak teman dan keluarga yang
tidak mau diganggu dengan sifat-sifat ini ; dan berusaha untuk menjauhi
mereka sedapat mungkin.

Akan tetapi, orang seharusnya merasa kasihan terhadap istri dan
anak-anaknya dalam menerima masalah ini. Karena tak ada lagi orang lain
yang mau mendengarkan keluhan mereka, dan orang semacam ini akhirnya
hanya menumpahkan persoalan mereka kepada keluarganya. Kadang-kadang
mereka mengeluh tentang pengeluaran mereka, pajak-pajak yang harus
dibayar, ulah teman-teman, dan kadang-kadang mereka mengeluh tentang
rekan sekerja, pekerjaan mereka, penyakit, dokter, dan sebagainya. Pria
semacam itu bersifat pesimistis dan tidak mau melihat kebaikan-kebaikan
yang ada di dunia. Mereka menderita dan membuat orang lain menderita,
dan terutama keluarga mereka juga menderita.

Bapak yang baik !
Apa gunanya mengeluh setiap waktu ? Apa yang anda dapatkan dan
mengeluh? Mengapa keluarga anda harus menderita bila marah dengan supir
taksi? Mengapa anda menyalahkan istri anda bila pekerjaan anda tidak
lancar?

Jangan lupa bahwa sikap anda akan menjauhkan keluarga anda dan anda.
Mereka akan menjadi kecewa terhadap anda dan akan membenci rumah. Mereka
mungkin bahkan akan lari dari rumah dan akan terjebak dalam
penyelewengan dan kejahatan. Paling sedikit hal ini akan meninggalkan
bekas dalam jiwa mereka.

Apakah tidak lebih baik Anda menghindari untuk tidak me-rusak
kebahagiaan keluarga anda ? Bila anda pulang ke rumah, cobalah berusaha
untuk melupakan persoalan anda. Berbahagialah dengan keluarga anda.
Makanlah bersama mereka dan nikmatilah kebersamaan dengan mereka.
Islam juga telah menganggap kesabaran dan sifat tidak mengeluh sebagai
sifat yang baik dan juga telah menyediakan ganjaran untuk itu. Ali a.s.
mengatakan: “Bila kesulitan datang menghampiri seorang Muslim, ia tidak
boleh mengeluh tentang Allah kepada orang lain, tetapi ia harus membawa
persoalan itu kepada Allah yang memiliki segala kunci bagi setiap
persoalan.”

Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mengalami kesulitan dengan
kesehatannya dan tidak mengeluhkan hal itu kepada orang lain, maka Allah
akan mengampuni segala dosanya.”

The Rubric Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.