LaaTahzan

April 22, 2005

“Kata-kata khauf (khawatir) & hazan (sedih) dalam Al Qu’ran” (Part 3)

Filed under: Uncategorized — laatahzan @ 12:21 pm

.يا بني آدم إما يأتينكم رسل منكم يقصون عليكم آياتي فمن اتقى وأصلح فلا خوف عليهم ولا هم يحزنون

Ya banee adama imma ya’tiyannakum rusulun minkum yaqussoona AAalaykum ayatee famani ittaqa waaslaha fala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoona

[7:35] Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran ter-hadap mereka dan tidak (pula) mereka berSEDIH hati.

أهؤلاء الذين أقسمتم لا ينالهم الله برحمة ادخلوا الجنة لا خوف عليكم ولا أنتم تحزنون

Ahaola-i allatheena aqsamtum la yanaluhumu Allahu birahmatin odkhuloo aljannata la khawfun AAalaykum wala antum tahzanoona

[7:49] (Orang-orang di atas Araaf bertanya kepada penghuni neraka): “Itukah orang-orang [545]<>SEDIH hati.”

ألا إن أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون

Ala inna awliyaa Allahi la khawfun AAalayhim wala hum yahzanoona [10:62] Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka berSEDIH hati.

الذين آمنوا وكانوا يتقون

Allatheena amanoo wakanoo yattaqoona[10:63] (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.

إن الذين قالوا ربنا الله ثم استقاموا تتنزل عليهم الملائكة ألا تخافوا ولا تحزنوا وأبشروا بالجنة التي كنتم توعدون

Inna allatheena qaloo rabbuna Allahu thumma istaqamoo tatanazzalu AAalayhimu almala-ikatu alla takhafoo wala tahzanoo waabshiroo bialjannati allatee kuntum tooAAadoona

[41:30] Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa SEDIH; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.

الأخلاء يومئذ بعضهم لبعض عدو إلا المتقين

Al-akhillao yawma-ithin baAAduhum libaAAdin AAaduwwun illa almuttaqeena

[43:67] Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.

يا عباد لا خوف عليكم اليوم ولا أنتم تحزنون
Ya AAibadi la khawfun AAalaykumu alyawma wala antum tahzanoona

[43:68] “Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu berSEDIH hati

Posted by Nopee for LaaTahzan
 

April 19, 2005

“Kata-kata khauf (khawatir) & hazan (sedih) dalam Al Qu’ran” (Part 2)

Filed under: Uncategorized — laatahzan @ 9:49 am

Temans… As my promise to all of you… Tapi harus jadi tiga bagian neehh… Sambungannya ada di next posting yach… Enjoy yach..

الذين ينفقون أموالهم بالليل والنهار سرا وعلانية فلهم أجرهم عند ربهم ولا خوف عليهم ولا هم يحزنون

Allatheena yunfiqoona amwalahum biallayli waalnnahari sirran waAAalaniyatan falahum ajruhum AAinda rabbihim wala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoona

[2:274] Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka berSEDIH hati.

إن الذين آمنوا وعملوا الصالحات وأقاموا الصلاة وآتوا الزكاة لهم أجرهم عند ربهم ولا خوف عليهم ولا هم يحزنون

Inna allatheena amanoo waAAamiloo alssalihati waaqamoo alssalata waatawoo alzzakata lahum ajruhum AAinda rabbihim wala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoona

[2:277] Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka berSEDIH hati.

ولا تحسبن الذين قتلوا في سبيل الله أمواتا بل أحياء عند ربهم يرزقون

Wala tahsabanna allatheena qutiloo fee sabeeli Allahi amwatan bal ahyaon AAinda rabbihim yurzaqoona

[3:169] Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup [248]

فرحين بما آتاهم الله من فضله ويستبشرون بالذين لم يلحقوا بهم من خلفهم ألا خوف عليهم ولا هم يحزنون

Fariheena bima atahumu Allahu min fadlihi wayastabshiroona biallatheena lam yalhaqoo bihim min khalfihim alla khawfun AAalayhim wala hum yahzanoona

[3:170] Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka [249]<, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka berSEDIH hati.

 

إن الذين آمنوا والذين هادوا والصابؤون والنصارى من آمن بالله واليوم الآخر وعمل صالحا فلا خوف عليهم ولا هم يحزنون

Inna allatheena amanoo waallatheena hadoo waalssabi-oona waalnnasara man amana biAllahi waalyawmi al-akhiri waAAamila salihan fala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoona

[5:69] Sesungguhnya orang-orang mumin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja [431]< (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka berSEDIH hati.

وما نرسل المرسلين إلا مبشرين ومنذرين فمن آمن وأصلح فلا خوف عليهم ولا هم يحزنون

Wama nursilu almursaleena illa mubashshireena wamunthireena faman amana waaslaha fala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoona

[6:48] Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan [474]<, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka berSEDIH hati.

Posted by Nopee for LaaTahzan

April 18, 2005

“Kata-kata khauf (khawatir) & hazan (sedih) dalam Al Qu’ran” (Part 1)

Filed under: Uncategorized — laatahzan @ 3:24 pm

Postingan kali ini, adalah email yang dikirim ama Ustadz FJ ke milist-nya LaaTahzan.
Postingan-nya keren banget!! Banget banget malah:-) Thanks to Ust. FJ.
Postingan-nya gue bagi jadi dua, biar nggak kepanjangan….
Have a nice read Temans…

“Kata-kata khauf (khawatir) & hazan (sedih) dalam Al Qu’ran”
By Ustadz FJ

Terinspirasi oleh nama pengajian kita (Laa Tahzan), Saya coba mengumpulkan ayat2 Al-Quran yang memakai kata2 khauf (khawatir) & hazan (sedih). Rupanya banyak juga ayat yang memakai dua kata tsb. Dari ayat2 tsb, Saya coba melihat bagaimana sih caranya supaya jadi tidak khawatir & sedih sbb:
*Mengikuti petunjuk Allah
*Beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh
*Menyerahkan diri kepada Allah, dan berbuat kebajikan
*Menafkahkan hartanya di jalan Allah, sembunyi maupun terang2an, kemudian mereka tidak mengiringi dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima),
*Mendirikan shalat dan menunaikan zakat
*Gugur di jalan Allah
*Bertakwa dan mengadakan perbaikan
*Orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah)

Intinya ayat2 tsb menganjurkan kita untuk beriman dan beramal saleh secara konsisten (istiqomah) supaya tidak khawatir & sedih. Wallahu’alam.

Semoga bermanfaat.

salam…

 

قلنا اهبطوا منها جميعا فإما يأتينكم مني هدى فمن تبع هداي فلا خوف عليهم ولا هم يحزنون

Qulna ihbitoo minha jameeAAan fa-imma ya’tiyannakum minnee hudan faman tabiAAa hudaya fala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoona

[2:38] Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka berSEDIH hati”.

إن الذين آمنوا والذين هادوا والنصارى والصابئين من آمن بالله واليوم الآخر وعمل صالحا فلهم أجرهم عند ربهم ولا خوف عليهم ولا هم يحزنون


Inna allatheena amanoo waallatheena hadoo waalnnasara waalssabi-eena man amana biAllahi waalyawmi al-akhiri waAAamila salihan falahum ajruhum AAinda rabbihim wala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoona

[2:62] Sesungguhnya orang-orang mumin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin [56]<, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah [57]<, hari kemudian dan beramal saleh [58]<, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka berSEDIH hati.

بلى من أسلم وجهه لله وهو محسن فله أجره عند ربه ولا خوف عليهم ولا هم يحزنون

Bala man aslama wajhahu lillahi wahuwa muhsinun falahu ajruhu AAinda rabbihi wala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoona

[2:112] (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka berSEDIH hati.

الذين ينفقون أموالهم في سبيل الله ثم لا يتبعون ما أنفقوا منا ولا أذى لهم أجرهم عند ربهم ولا خوف عليهم ولا هم يحزنون

Allatheena yunfiqoona amwalahum fee sabeeli Allahi thumma la yutbiAAoona ma anfaqoo mannan wala athan lahum ajruhum AAinda rabbihim wala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoona

[2:262] Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka berSEDIH hati

Sabar yach……To Be Continued in the next posting

Posted by Nopee for LaaTahzan

 

April 17, 2005

Hepi Besde tu yuuuuuu

Filed under: Uncategorized — laatahzan @ 10:12 pm

Temans, bulan april ini ada beberapa teman di LaaTahzan yang berulang tahun. Yang pertama Ustadz pembimbing di LaaTahzan, yaitu Ustadz Rusli Malik, yang lahir tepat pada tgl 19 April dan jatuh hari selasa depan.

Yang kedua Ustadz Farhan, yang menurut informasi dari friendster bakal berulang tahun tgl 17 april ( mohon dibenarkan kalo salah:p, habis kalo ditanya jawaannya nggak pernah sama!hehehe ). Selamat ulang tahun yach Bapak Bapak.… Semoga makin cinta ama Allah, dan semakin disayang ama Allah. Amien.

All About Love:-)

Filed under: Puisi — laatahzan @ 10:03 am

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.Mhmmmnn…Minggu ini Mailing List- nya LaaTahzan penuh dengan cinta:-), semua email yang masuk rata rata bertemakan cinta, Cinta Kepada Allah tentunya. Pengaruh apa yach?? Apa karena ada satu anggota LaaTahzan yang mau nikah yach ( say hi to Ustadz MF dan Mbak AL). Ada Description of Love – nya ~ mawlana Jalaluddin Rumi (q) “fihi ma fihi”, Mahabbah Cinta-nya Rabi’ah al-Adawiyah, dan puisi puisi pendek-nya rumi + tafsirannya yang dibikin oleh salah satu teman LaaTahzanGue coba untuk nge-posting 2 puisi, satu dari J. Rumi, dan satunya dari Rabi’ah al-Adawiya.

Puisinya Rumi dikirim ama Ustadz DSF, dan jadi lebih keren lagi karena Ustadz DSF juga bikin penafsiran dari puisi ini. Puisinya berjudul Persatuan Dengan-Nya.
Gue juga kutip comment-nya Bang FJ buat penafsirannya Ustadz DSF, “Ust. Donny gue lihat udah keren “appresiasi sastranya…”
Buat Ustadz DSF, ditunggu yach penafsiran penafsiran puisi lainnya, dan selalulah sharing ama kita kita di LaaTahzan.

Persatuan Dengan-Nya
Puisi By J.Rumi

Burung-Burung Kesadaran telah turun dari langit dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari.
Mereka merupakan bintang-bintang di langit agama yang dikirim dari langit ke bumi.
Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah dan betapa menderitanya Keterpisahan dengan-Nya.

Tafsiran By Ustadz DSF (copyright-nya By Ustadz DSF juga yach)Burung-Burung Kesadaran (yang bisa terbang diantara langit & bumi, adalah Jiwa-Jiwa atau Ruhani Manusia) telah turun dari langit (dunia ilahiyah, di surga) turun ke dalam jasad yg unsurnya berasal dari tanah/bumi, kemudian ruhani terikat pada bumi (kebutuhan-kebutuhan duniawi) sepanjang dua atau tiga hari saja (sebentar saja, tidak kekal).Ruhani manusia merupakan bintang-bintang di langit agama (cahaya petunjuk yang berasal dari Allah) yang dikirim dari langit ke bumi (dada manusia).

Betapa pentingnya Penyatuan (bagi ruhani kita untuk dekat dan tenggelam dengan Allah), dan sangat menderitanya Keterpisahan ruhani kita jika terhijab dan berjarak dengan Allah. (Hijab yg dihasilkan oleh sering menangnya hawa nafsu atas akal sehat/hati nurani). ….

Berikut ini adalah Mahabbah Cinta-nya Rabi’ah al-Adawiyah. Yang dikirim ke Milist ama Usatdz MF, tapi source-nya nggak disebutin, kalo ada yang tau, let me know yach..

(I)
Hai diri, bila Allah telah datang memanggil
Apakah engkau tidak akan malu berbuat durhaka
Dosa telah menutupi setiap kejadian
Aku datang penuh dosa
Apa yang akan aku katakan kepada-Nya
Bilamana DIA mencelaku…

(II)
Hai, diriku !
Sudah berapa lama engkau tertidur ?
Bilakah engkau bangun ?
Hampir saja engkau tertidur nyenyak
Tak akan bangun-bangun lagi
Sampai datang panggilan Tuhan
Pada hari berbangkit

(III)
Bekalku memang masih sedikit
Sedang aku belum melihat tujuanku
Apakah aku meratapi nasibku
Karena bekalku yang masih kurang ?
Atau karena jauhnya jalan yang akan kutempuh ?
Apakah Engkau akan membakarku ?
O, Tujuan Hidupku
Di manakah lagi tumpuan harapanku kepada-Mu ?
Kepada siapa lagi aku mengadu ?…

(IV)
Jika aku menginginkan sesuatu
Dan Tuhanku tak menghendaki
Maka aku bersalah
Dan aku tidak beriman

(V)
Buah ilmu jiwa ruhaniah
Adalah engkau palingkan wajah (hatimu) dari semua makhluq
Agar engkau pusatkan perhatian
Hanyalah kepada-Nya
Karena ma’rifah
Adalah mengenal-Nya dengan sebaik-baiknya..

Sebagai penutup gue mengutip pernyataan Ustadz DSF tentang Cinta:
Ternyata…!! cinta itu penting sekali ya?
Malahan bisa dibilang segala-galanya dalam hidup ini.
Pantas saja, Rumi puisinya cinta melulu…
Pantas saja, Rabi’ah Al Adawiyah ratapannya cinta melulu…
Pantas saja, Ustadz Farhan ngomongnya cinta melulu…
Semoga Allah SWT juga mengkaruniakan kita semua ‘cinta’ yang mampu mencintai-Nya.
Katanya, ini harus dimulai dari diri sendiri, lebih dulu kita berniat dan berikhtiar untuk mencinta-Nya…
Insya Allah, Dia akan menyongsong benih cinta yang masih rapuh ini dengan cinta yang lebih kokoh.

Semoga menggelinding terus bola salju cintaku…:p
Melabrak semua berhala-berhala kepalsuan, kepura-puraan, keriyaan, dan semua selain Dia.
Membentangkan jalan bagi amal perbuatan yang murni, tulus, ikhlas, lillahi ta’ala…amiiin.

Makasih yach buat semua temen temen yang udah memberikan kontribusi buat postingan kali ini.

Wassalam

Nopee

Next Page »

Blog at WordPress.com.